SAMPANG, RadarMadura.id – Pelatihan pembuatan pupuk organik belum terealisasi. Program ini akan menyasar belasan kelompok tani (poktan). Anggaran yang disediakan mencapai puluhan juta.
Kabid Prasarana dan Penyuluhan Pertanian Disperta KP Sampang Budi Santoso menyampaikan, pelatihan ini menyasar 16 poktan. Mereka merupakan usulan saat Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kecamatan 2025.
”Pembuatan pupuk organik ada, tapi belum dilaksanakan,” katanya Kamis (14/5).
Pagu anggaran yang dipersiapkan untuk program tersebut sebesar Rp 81 juta. Sumbernya berasal dari dana bagi hasil cukai hasil tembakau (DBHCHT). ”Mungkin Mei atau Juni (direalisasikan),” ujarnya.
Budi menjelaskan, anggaran puluhan juta tersebut dialokasikan untuk biaya operasional selama pelatihan. Peserta pelatihan ditargetkan membuat pupuk organik sebanyak 3.000 kilogram atau tiga ton. ”Nanti dibagi ke 16 lokasi,” jelasnya.
Menurutnya, tahun ini pihaknya juga memiliki sejumlah program yang lain. Namun dirinya memastikan program tersebut bisa diselesaikan secepatnya sehingga segera dimanfaatkan oleh petani.
”Hasil pupuk nanti diserahkan kepada petani sesuai aturan,” pungkasnya. (ay/bil)
Editor : Amin Basiri