SAMPANG, RadarMadura.id– Warga Pulau Mandangin, Kecamatan Sampang, berduka setelah seorang nelayan dilaporkan hilang di laut. Korban bernama Jumail, 57, diduga terjatuh usai perahu yang ditumpanginya menabrak karang.
Kasi Kedaruratan dan Logistik BPBD Sampang Mohammad Hozin mengatakan korban merupakan warga Dusun Candin, Desa Pulau Mandangin. Peristiwa itu terjadi pada Sabtu (16/5) sekitar pukul 17.50 WIB.
”Korban diketahui hilang pada Sabtu (16/5) sekitar pukul 17:50 tepatnya saat adzan maghrib,” katanya.
Ia menjelaskan korban sebelumnya pulang melaut bersama rekannya. Saat perjalanan menuju daratan, korban berada di belakang perahu dalam kondisi tidur.
Rekan korban kemudian membangunkannya karena perahu hampir sampai di bibir pantai. Namun, sekitar 50 meter dari daratan, perahu tersangkut karang akibat air laut surut.
”Setelah hampir sampai, kurang lebih 50 meter dari bibir pantai perahu tersangkut Karang lantaran air sedikit surut,” ujarnya.
Baca Juga: Penanganan Sampah di Mandangin Belum Optimal
Akibat benturan tersebut, perahu berubah arah ke kiri hingga korban terpental ke laut. Korban diduga tenggelam di perairan Pulau Mandangin.
”Di ketahui korban juga sedang menderita stroke pada tangan bagian kirinya,” bebernya.
Hozin menambahkan pencarian masih terus dilakukan hingga Minggu (17/5). Tim gabungan diterjunkan untuk mencari korban di sekitar lokasi kejadian.
”Tim gabungan yang melakukan pencarian yakni BPBD Sampang, Satpolairud Polres Sampang, Basarnas Pos SAR Sumenep, perangkat desa dan masyarakat setempat,” ungkapnya.
Kasi Humas Polres Sampang juga membenarkan kejadian tersebut. Polisi menyebut korban diduga terjatuh sendiri saat berada di belakang perahu.
Pencairan hari pertama tidak membuahkan hasil. "Korban tidak bisa berenang dan teman-temannya kemudian meminta bantuan kepada masyarakat sekitar. Hingga saat ini masih dilakukan operasi SAR gabungan dan korban belum ditemukan,” tandasnya. (bai/dry)
Editor : Hendriyanto