SAMPANG, RadarMadura.id – Ratusan satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) sudah mengantongi izin operasi di Kabupaten Sampang.
Namun, terdapat tiga dapur yang belum beroperasi karena sejumlah kendala.
Sekretaris Satgas MBG Sampang Sudarmanto menyampaikan, jumlah SPPG yang terdaftar mencapai 158 dapur.
Tetapi, yang beroperasi sampai sekarang 141 dapur. ”Ada juga yang sementara tidak beroperasi,” katanya Selasa (12/5).
Dijelaskan, dapur yang belum beroperasi ada di tiga titik. Perinciannya, dapur SPPG Sokobanah Daya, SPPG Banjarbillah, dan SPPG Banjar Talela.
Tiga dapur tidak beroperasi bukan karena di-suspend, tapi kendala teknis.
Menurutnya, persoalan tiga dapur tersebut tidak sama. SPPG Sokobanah Daya sedang direnovasi, SPPG Banjarbillah kepala dapurnya kosong karena mengundurkan diri dan belum ada penggantinya.
Sedangkan SPPG Banjar Talela belum beroperasi karena lokasi dapurnya dipindah.
”Jadi bukan di-suspend, tapi tidak bisa berproduksi karena masalah teknis,” jelasnya.
Sudarmanto menyatakan, saat ini dirinya mulai fokus pada pembinaan dan pengawasan (binwas) SPPG di Kota Bahari.
Pihaknya mendorong SPPG segera melengkapi administrasi yang dipersyaratkan.
”Kami telah mendorong dapur yang belum lengkap untuk segera mengurusnya,” pungkasnya.
Sementara, Koordinator BGN Sampang Ratna Nur Handayani tidak merespons upaya konfirmasi koran ini.
Saat dihubungi dia tidak merespons, padahal nomor terdengar berdering. (ay/bil)
Editor : Amin Basiri