SAMPANG, Jawa Pos Radar Madura – Jumlah calon jemaah haji (CJH) Kabupaten Sampang berkurang. Dinkes KB Sampang menerima laporan jika satu CJH dengan resiko tinggi (resti) meninggal dunia. Kemenhaj Sampang mengaku sudah mengganti dengan jamaah yang lain.
Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan (Dinkes KB) Sampang Samsul Hidayat menyampaikan, jemaah yang masuk ketegori resti sudah terdata dalam sistem. Yakni berdasarkan hasil istitaah yang dilakukan oleh petugas.
”Yang masuk resti totalnya 210 CJH,” katanya kemarin (30/4).
CJH tergolong resti karena memiliki penyakit penyerta. Misalnya punya Riwayat penyakit hipertensi, diabetes dan yang lainya. CJH lanjut usia (Lansia) juga tergolong resti.
Baca Juga: Diskopindag Bingung Perbaiki Los Pasar Hewan
”Jemaah yang masuk resti itu mendapatkan pendampingan obat dan pemantauan petugas kesehatan,” tambahnya.
Dia menjelaskan, dari ratusan CJH resti, satu diantaranya dilaporkan meninggal. Yakni Asma, CJH asal warga Bangkalan karena penyakit kronis. Untuk itu, dirinya menghimbau CJH yang lain agar tetap menjaga kesehatan.
”CJH tidak boleh terlalu lelah dengan agenda sebelum pemberangkatan. Tetap perbanyak istirahat,” pesannya.
Kepala Kemenhaj Sampang Sayfuddin membenarkan jika Asma terdata sebagai CJH Kabupaten Sampang.
Dia juga mengkonfirmasi meninggalnya CJH yang masuk kloter 67. Saat ini posisinya diganti CJH lain. ”Saat ini sedang kami usulkan penggantinya,” pungkasnya. (ay/bil)
Editor : Amin Basiri