Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Belasan Pelajar Gatal-Gatal Massal Setelah Konsumsi MBG

Amin Basiri • Jumat, 24 April 2026 | 13:20 WIB
DIDUGA ALERGI: Murid SDN Bira Tengah 1 saat menjalani perawatan di Puskesmas Batulenger, Sokobanah, Sampang, Rabu (22/4).
DIDUGA ALERGI: Murid SDN Bira Tengah 1 saat menjalani perawatan di Puskesmas Batulenger, Sokobanah, Sampang, Rabu (22/4).

 

SAMPANG, RadarMadura.id – Belasan murid SDN Bira Tengah 1, Kecamatan Sokobanah, Sampang, mengalami gatal-gatal massal, Rabu (22/4). Pelajar tersebut mengalami gatal-gatal setelah mengonsumsi menu Makanan Bergizi Gratis (MBG).

Informasinya, MBG untuk murid SDN Bira Tengah 1 didistribusikan oleh SPPG Yayasan Nurul Harohmain yang beralamat di Jalan Merdeka, Dusun Labak, Desa Sokobanah Daya, Kecamatan Sokobanah. Belasan murid yang mengalami gatal-gatal tersebut sempat dilarikan ke Puskesmas Batulenger.

Camat Sokobanah Sapta Nuris Ramlan membenarkan bahwa video pelajar yang viral mengalami gatal-gatal massal merupakan murid SDN Bira Tengah 1, Kecamatan Sokobanah. Hal itu dipastikan setelah pihaknya melakukan pengecekan.

“Kebetulan lokasi SDN Bira Tengah 1, Kecamatan Sokobanah, berdekatan dengan Puskesmas Batulenger. Jadi, murid yang mengalami gatal-gatal langsung dibawa ke Puskesmas Batulenger,” ujarnya.

Baca Juga: Puluhan Saksi Diperiksa Maraton, Mayoritas Ketua Pokmas Asal Omben

Menurutnya, pihak puskesmas belum bisa memastikan penyebab murid SD tersebut mengalami gatal-gatal, apakah karena mengonsumsi menu MBG di sekolah atau ada penyebab lain. “Pihak Puskesmas Batulenger masih melakukan penyelidikan epidemiologi (PE) dan hasil PE-nya masih belum turun,” katanya.

Dijelaskan, jumlah awal pelajar yang mengalami gatal-gatal sebanyak 18 orang. Sementara itu, total murid SDN Bira Tengah 1 sebanyak 247 orang. “Saat di puskesmas diberikan pertolongan medis berupa obat dan bedak,” bebernya.

Setelah diberikan pengobatan, 18 siswa tersebut pulang. Mereka mengalami gatal-gatal di beberapa bagian anggota tubuh, di antaranya di area leher, tangan, badan, dan sebagainya.

 “Setelah 18 orang, satu orang siswa lain datang lagi ke Puskesmas Batulenger dengan gejala yang sama. Total keseluruhan siswa yang mengalami gatal-gatal yakni sebanyak 19 orang,” tuturnya.

Berdasarkan yang diketahuinya, MBG di SDN Bira Tengah 1 didistribusikan langsung oleh SPPG dari Yayasan Nurul Harohmain, Sokobanah Daya. Pihaknya sudah berkoordinasi dengan pengawas lapangan SPPG tersebut. “Informasi dari SPPG, dari beberapa sekolah yang juga mendapatkan MBG dari SPPG tersebut, yang lain tidak ada keluhan,” ungkapnya.

Pengawas SD Kecamatan Sokobanah Abdur Rahman membenarkan kejadian di SDN Bira Tengah 1 tersebut. Kejadiannya berlangsung pada Rabu (22/4) sekitar pukul 09.30.

“Saat jam istirahat atau sekitar pukul 09.30, murid mengonsumsi menu MBG yang didistribusikan oleh SPPG Yayasan Nurul Harohmain, Sokobanah Daya. Setelah mengonsumsi MBG, murid kelas 1–5 dipulangkan. Namun, ada beberapa yang masih berada di kelas.

Kemudian, ada beberapa murid yang mengalami gatal-gatal. Karena jarak sekolah dengan puskesmas berdekatan, mereka dibawa ke Puskesmas Batulenger,” ucapnya.

Dijelaskan, murid yang mengalami gatal-gatal sebagian kelas 4 dan sebagian kelas 5. Jumlah total pelajar yang diduga alergi menu MBG tersebut sebanyak 19 orang. “Tetapi, alhamdulillah semuanya sudah pulang dan bersekolah kembali,” ulasnya.

Baca Juga: Polres Klaim Tak Temukan Penyimpangan, Kroscek Ketersediaan Gas di SPBE Camplong

Berdasarkan informasi yang diketahuinya, menu MBG di SDN Bira Tengah 1 berupa naget dari ikan laut. "Diperkirakan, murid yang mengalami gatal-gatal tersebut diduga alergi makanan tersebut,” terangnya.

Sahidi selaku Kepala SPPG Yayasan Nurul Harohmain, Sokobanah Daya, tidak menampik kejadian tersebut. “Namun, sampai sekarang masih belum diketahui penyebabnya, apakah disebabkan dari menu MBG kami atau bukan. Menunggu hasil laboratorium,” paparnya.

Dijelaskan, menu yang disajikan pada Rabu (22/4) berupa tahu goreng, buah jeruk, sambal, kentang goreng, wortel, ikan dori katsu, serta nasi putih. Jika hasil laboratorium menyatakan gatal-gatal disebabkan oleh menu MBG, dia siap berbenah memperbaiki menu.

“Sebelumnya kami sudah melakukan kuesioner pada sekolah terhadap murid yang alergi. Tujuannya untuk mengetahui makanan yang tidak boleh dimakan pelajar,” tandasnya. (bai/yan)

Editor : Amin Basiri
#keracunan MBG #Mbg #sampang #keracunan