Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Polres Klaim Tak Temukan Penyimpangan, Kroscek Ketersediaan Gas di SPBE Camplong

Amin Basiri • Jumat, 24 April 2026 | 13:01 WIB
DI: Anggota Polres Sampang mengecek ketersediaan gas di SPBE PT.  Asa Perkasa Abimulya, Desa Sejati, Camplong, Sampang, Kamis (16/4).
DI: Anggota Polres Sampang mengecek ketersediaan gas di SPBE PT.  Asa Perkasa Abimulya, Desa Sejati, Camplong, Sampang, Kamis (16/4).

 

SAMPANG, RadarMadura.id – Polres Sampang mendatangi SPBE PT.  Asa Perkasa Abimulya, Desa Sejati, Camplong, Sampang, Kamis (16/4). Itu dilakukan untuk mengecek ketersediaan gas. Sebab, ada informasi jika LPG 3 Kilogram langka dan harganya dijual di atas harga eceran tertinggi (HET).

Kasi Humas Polres Sampang AKP Eko Puji W menyampaikan, tim polres Sampang telah turun melakukan pengecekan ketersediaan gas dan audit dokumen di lapangan. Tepatnya di SPE PT. Asa Perkasa Abimulya Jalan Raya Camplong.

”Sasaran pengecekan adalah ketersediaan stok LPG, akurasi pengisian tabung pada mesin filling machine, legalitas tera mesin dan alur distribusi,” katanya, kemarin (23/4).

Pengecekan yang dilakukan oleh tim unit pindana khusus (Tipidus) untuk memastikan bahwa ketersediaan stok tangki timbun dalam kondisi aman. Menurutnya, stok cukup untuk kebutuhan distribusi wilayah Kabupaten Sampang dalam 3 hingga 5 hari ke depan. ”Secara teknis menunjukkan ketersediaan stok LPG vair dalam kondisi cukup dan stabil,” ungkapnya.

Baca Juga: Bupati Dikukuhkan Sebagai Ketua Dewan Pertimbangan MUI, Wabup Ajak Ulama Bersinergi Wujudkan Umat Independen

Tim Polres Sampang juga melakukan uji petik berat (sampling) dengan cara menimbang secara acak pada 20 unit tabung LPG 3 kilogram. Hasilnya, masih sesuai standar pengisian. Yakni tidak ditemukan adanya praktik pengurangan isi.

”Berdasarkan hasil pengecekan, berjalan sesuai dengan SOP dan ketentuan regulasi yang berlaku dan tidak ditemukan adanya peyimpangan teknis maupun administratif yang meyebabkan kelangkaan,” ungkapnya.

Terpisah, pedagang kaki lima (PKL) Imam merasa ada yang berbeda pada isi tabung LPG melon pasca terjadi kelangkaan. Menurutnya, isi tabung tidak seperti bisanya, sebab lebih boros.

”Sepertinya ada pengurangan (isi tabung), harga LPG yang Rp 20 ribu itu agak enteng dan cepat habis. LPG yang harganya Rp 25 ribu lebih berat,” tandansya. (ay/bil)

Editor : Amin Basiri
#stok tangki timbun #Gas LPG #spbe