SAMPANG, RadarMadura.id – PETRONAS Indonesia melalui fungsi Security dan Stakeholder Management menggelar Program Nelayan Tangguh pada Sabtu 18 April 2026. Kegiatan ini berlangsung di Kecamatan Ketapang, Kabupaten Sampang, Jawa Timur.
Program tersebut merupakan inisiatif berbasis Community Based on Security (CBS). Kegiatan ini berfokus pada peningkatan kesehatan dan kesadaran hidup bersih bagi masyarakat pesisir, khususnya nelayan.
PETRONAS Indonesia menggandeng Badan Usaha Milik Daerah PT Sampang Mandiri Amanah dalam pelaksanaan program. Mereka juga melibatkan berbagai pemangku kepentingan seperti Polsek, Koramil Ketapang, serta dinas kesehatan setempat.
Kolaborasi ini mencerminkan sinergi antara perusahaan dan para pemangku kepentingan. Program tersebut diharapkan mampu memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.
Sekretaris Kecamatan Ketapang Mansur yang mewakili camat menyampaikan apresiasi terhadap program ini. Ia menilai kegiatan tersebut sangat bermanfaat bagi masyarakat pesisir.
“Kami mengapresiasi inisiatif yang dilakukan oleh PETRONAS Indonesia dalam mendukung kesehatan masyarakat pesisir, khususnya kelompok nelayan di Ketapang. Program ini sangat bermanfaat dan diharapkan dapat terus berlanjut serta memberikan dampak positif bagi masyarakat,” ujarnya.
Baca Juga: PETRONAS Temukan Cadangan Hidrokarbon di Sumur Barokah-1 Lepas Pantai Jawa Timur
Sebanyak 100 nelayan mengikuti kegiatan ini. Mereka mendapatkan pemeriksaan kesehatan dasar seperti tekanan darah, kadar gula darah, tinggi, dan berat badan.
Selain itu, peserta juga memperoleh penyuluhan terkait pola hidup sehat dan kebersihan lingkungan. Edukasi ini diharapkan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya kesehatan.
Firman, salah satu nelayan peserta, mengaku terbantu dengan adanya program tersebut. Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilakukan secara berkelanjutan.
“Kami merasa terbantu dengan adanya pemeriksaan kesehatan ini, karena biasanya kami jarang memeriksa kondisi kesehatan secara rutin. Semoga kegiatan seperti ini bisa terus ada untuk membantu para nelayan,” ujarnya.
Kepala Departemen Formalitas dan Komunikasi SKK Migas Jabanusa Febrian Ihsan menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor. Ia menilai kesehatan nelayan berkaitan langsung dengan keberlanjutan aktivitas ekonomi di wilayah operasi.
“Kesehatan masyarakat pesisir, khususnya nelayan, memiliki keterkaitan langsung dengan keberlanjutan aktivitas ekonomi yang menunjang stabilitas wilayah operasi. Oleh karena itu, SKK Migas dan KKKS mengimplementasikan program yang tidak hanya bersifat bantuan sesaat, tetapi dirancang untuk memperkuat kapasitas masyarakat agar tetap sehat, produktif, serta mampu menjadi bagian dari ekosistem industri hulu migas yang aman dan berkelanjutan,” ungkapnya.
Berdasarkan data Dinas Kesehatan setempat, kesadaran masyarakat terkait kebersihan masih perlu ditingkatkan. Program ini diharapkan mendorong terbentuknya keluarga sehat dan meningkatkan produktivitas nelayan.
Baca Juga: PETRONAS Serahkan Kompensasi Alat Tangkap Ikan Nelayan Terdampak Eksplorasi Sumur Barokah
Melalui Program Nelayan Tangguh, PETRONAS Indonesia terus menghadirkan kontribusi sosial berkelanjutan. Program ini sejalan dengan pilar keberlanjutan perusahaan, yakni Uplifting Lives.
PETRONAS Indonesia berharap inisiatif serupa dapat terus dikembangkan. Upaya ini diharapkan menjangkau lebih banyak masyarakat pesisir agar semakin sehat, mandiri, dan produktif. (*/dry)
Editor : Hendriyanto