SAMPANG, RadarMadura.id – Kebutuhan anggaran bahan bakar minyak (BBM) dan pelumas kendaraan dinas (randis) yang harus digelontorkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sampang tidak sedikit.
Indikasinya, untuk dinas lingkungan hidup perumahan dan permukiman (DLH perkim) saja nilainya mencapai Rp 1,1 miliar.
Kepala DLH Perkim Sampang Faisol Ansori menyatakan, anggaran belanja BBM paling besar melekat di bidang kebersihan. Itu diperuntukkan terhadap kendaraan pengangkut sampah.
Dia mengeklaim melakukan penghematan energi dengan mengurangi jumlah kendaraan pengangkut sampah.
Meski begitu, hal tersebut tidak mengurangi pagu anggaran BBM dan pelumas yang dikucurkan ke lembaganya.
”Kami berupaya memaksimalkan komponen yang ada agar bisa mengurangi pemakaian BBM, tanpa mengurangi layanan kebersihan,” tambahnya.
Kabid Kebersihan dan Persampahan DLH Perkim Sampang Aulia Arif mengakui anggaran belanja BBM paling besar di bidangnya. Dalam satu tahun kebutuhannya mencapai Rp 781 juta.
Sebab, lembaganya memiliki 36 armada pengangkut sampah yang biasanya dioperasikan. Dalam satu bulannya kebutuhan biaya BBM Rp 50 juta.
”Paling besar kebutuhannya (BBM) di armada kompaktor, karena kapasitasnya besar,” katanya.
Pria asal Sumenep itu tidak menampik pelayanan kebersihan yang dilakukan lembaganya belum menjangkau semua kecamatan di Kota Bahari. Salah satu kendalanya adalah ketersediaan anggaran.
”Memang masih ada tiga kecamatan yang belum tertangani. Yaitu Kecamatan Sreseh, Tambelangan, dan Karang Penang,” katanya.
Ketua Cabang HMI Sampang Nur Hasim menyoroti pemanfaatan anggaran BBM di DLH Perkim yang dinilai cukup besar.
Dana itu harus digunakan sesuai peruntukan, serta harus transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan.
”Pelayanan persampahan belum tertangani secara maksimal. Kami minta pemkab harus transparan dalam menggunakan anggaran sebanyak itu,” pintanya. (ay/jup)
Editor : Hera Marylia Damayanti