SAMPANG, RadarMadura.id – Perpustakaan Daerah (Perpusda) Sampang mulai melengkapi fasilitas bagi pengunjung, utamanya bagi warga berkebutuhan khusus.
Salah satunya menyediakan buku Braille untuk penyandang tunanetra.
Kabid Perpustakaan Dispusip Sampang Kurnia Sufartina melalui Pustakawan Damai Ariyanto mengatakan, buku Braille yang tersedia di perpusda merupakan buku hibah dari Kementerian Sosial (Kemensos) RI. Buku tersebut menambah daftar koleksi di perpustakaan.
”Sebelumnya kami memang belum punya buku tersebut. Terus terang saja, kami sangat butuh,” katanya.
Menurutnya, jumlah buku hibah yang diterima pemkab sebanyak delapan judul dan 11 eksemplar. Salah satunya, buku Braille yang diciptakan oleh Louis Braille.
”Perlahan tapi pasti kami terus membenahi dan meningkatkan pelayanan di perpusda,” imbuhnya.
Dijelaskan, ketersediaan buku bagi kaum difabel merupakan bagian standardisasi koleksi yang harus dipenuhi perpusda.
Namun, selama ini pemkab belum bisa melakukan pengadaan karena keterbatasan anggaran. ”Apalagi harga bukunya sangat mahal,” jelasnya.
Ditambahkan, ke depan institusinya akan bekerja sama dengan dinas pendidikan, yakni menginformasikan kepada murid sekolah luar biasa (SLB) untuk mengunjungi perpusda. Salah satu tujuannya, untuk meningkatkan literasi di Kabupaten Sampang.
”Agar bisa lebih fasih baca, nanti dibimbing oleh petugas khusus,” ungkapnya.
Mantan Ketua National Paralympic Committee Jatim Fathur Rahman Said menyampaikan, penyediaan buku Braille merupakan wujud kesadaran pemerintah dalam memenuhi hak kaum difabel.
Dia meminta buku tersebut dapat dimanfaatkan dengan baik.
”Pemkab harus segera menyosialisasikan agar para kaum difabel datang berkunjung. Saya juga minta pemkab serius mengelola perpusda,” pungkas pria yang juga mantan pengurus PSSI Jatim itu. (ay/yan)
Editor : Amin Basiri