SAMPANG, RadarMadura.id – Distribusi makan bergizi gratis (MBG) oleh SPPG Yayasan Kemala Bhayangkari Cabang Sampang tersendat.
Program tersebut sudah dua pekan tidak berjalan karena diduga kepala SPPG yang bertugas mengundurkan diri.
Kepala SMPN 1 Sampang Teguh Suparyanto mengatakan, sekolahnya merupakan penerima manfaat MBG dari SPPG Yayasan Kemala Bhayangkari Cabang Sampang.
Namun, dalam beberapa waktu terakhir, bantuan tersebut tidak lagi didistribusikan.
Baca Juga: Polytron Siapkan Motor Listrik Baru Penantang Kuat di Kelas Menengah, Jarak Tempuh Makin Jauh!
”Sejak Senin (23/2) hingga Jumat (13/3) kami masih menerima MBG dari SPPG tersebut, dirapel. Lalu, sejak Senin (30/3) sampai sekarang kami tidak menerima. Infonya Senin (20/4) bakal didistribusikan kembali,” bebernya.
Menurutnya, berdasarkan informasi yang diterima, mandeknya distribusi MBG diduga karena kepala SPPG mengundurkan diri.
Namun, pihaknya tidak mengetahui secara pasti alasan pengunduran diri tersebut.
”Baik ada kepentingan maupun alasan lainnya, kami tidak tahu alasannya karena apa kepala SPPG-nya memundurkan diri,” bebernya.
Teguh menambahkan, sejak MBG tidak didistribusikan, banyak siswa yang mempertanyakan kelanjutan program tersebut.
Namun, pihak sekolah hanya bisa menunggu. ”Kami hanya bisa bersabar jika tidak didistribusikan,” katanya.
Kepala SMAN 1 Sampang Ahmad Suhaili membenarkan bahwa sekolahnya juga merupakan penerima manfaat MBG. Namun, sejak dirinya bertugas pada Rabu (1/4), tidak pernah ada distribusi.
”Sejak saya bertugas di SMAN 1 Sampang, pada 1 April, memang tidak pernah ada pendistribusian MBG. Terakhir informasinya bulan Ramadan menerima MBG dari SPPG tersebut,” katanya.
Menurutnya, hingga saat ini pihak sekolah belum menerima informasi resmi terkait penyebab terhentinya distribusi tersebut.
”Tidak ada laporan dan pemberitahuan dari SPPG sementara ini permasalahannya,” bebernya.
Suhaili menegaskan, program MBG sangat dibutuhkan siswa karena dapat membantu meringankan pengeluaran uang saku.
”Kami berharap tetap didistribusikan MBG tersebut,” bebernya.
Sementara itu, Sekretaris Satgas MBG Kabupaten Sampang Sudarmanto membenarkan bahwa distribusi MBG oleh SPPG Yayasan Kemala Bhayangkari Cabang Sampang memang terhenti.
Hal itu disebabkan kepala SPPG sebelumnya mengundurkan diri.
”Kepala SPPG yang lama mengundurkan diri. Tapi, kami tidak tahu alasannya apa,” katanya.
Menurutnya, sesuai petunjuk teknis (juknis), SPPG tidak dapat beroperasi tanpa kepala. Distribusi baru bisa kembali berjalan setelah ada pengganti.
”Diperkirakan pekan depan sudah bisa beroperasi kembali jika sudah datang kepala SPPG yang baru,” ungkapnya.
Sementara itu, Kepala SPPG Yayasan Kemala Bhayangkari Cabang Sampang Imamatul Maghfiroh yang mengundurkan diri belum dapat dimintai keterangan.
Saat dihubungi melalui telepon, yang bersangkutan tidak memberikan respons. (bai/han)
Editor : Hera Marylia Damayanti