Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Pangkalan Diduga Permainkan Harga, Lonjakan LPG 3 Kg Paling Tinggi di Sampang

Hera Marylia Damayanti • Minggu, 12 April 2026 | 10:38 WIB
BARANG SUBSIDI: Seorang pemuda melihat stok LPG di Jalan Jamaluddin, Sampang, Minggu (5/4). (AYU LATIFAH/JPRM)
BARANG SUBSIDI: Seorang pemuda melihat stok LPG di Jalan Jamaluddin, Sampang, Minggu (5/4). (AYU LATIFAH/JPRM)

SAMPANG, RadarMadura.id – Masyarakat Kabupaten Sampang mengeluhkan kenaikan harga liquified petroleum gas (LPG) 3 kilogram (kg). 

Jika dibandingkan dengan tiga kabupaten di Madura, harga di wilayah Kota Bahari terbilang paling tinggi. 

Karena itu, Pemkab Sampang melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah pangkalan LPG.

Ditemukan, sejumlah pangkalan diduga memainkan harga LPG melon tersebut.

Baca Juga: Denza B8 Makin Dekat ke Indonesia SUV Hybrid Canggih dengan Akselerasi 4,8 Detik dan Fitur Mewah Modern

Hamamah, warga Kelurahan Banyuanyar, Kecamatan Sampang, menyampaikan, sejak seminggu lalu dia kesulitan mendapatkan LPG melon. 

Selain sulit didapat, harganya dijual di atas harga eceran tertinggi (HET). Yakni dijual seharga Rp 25 ribu dari biasanya Rp 20 ribu.

”Sudah satu minggu gas LPG 3 kg langka, di toko hanya ada tabung gas kosong,” katanya kemarin (11/4).

Dia mengaku saat ini dibatasi saat membeli tabung gas LPG 3 kg ke pengecer. Biasanya, dia menukar tabung tiga sekaligus. Sekarang hanya boleh beli satu, itupun harganya melambung.

”Sulit mendapatkan tabung LPG seharga Rp 20 ribu,” tuturnya.

Menanggapi hal tersebut, Kabag Perekonomian dan SDA Setkab Sampang Kustantinah melalui Analis Kebijakan Ahli Muda Bagian Perekonomian dan SDA Abdi Barri Salam menjelaskan, ada beberpaa faktor yang menyebabkan LPG melon sulit didapat.

Baca Juga: Denza Z9 GT Diserbu Pesanan hingga Puluhan Ribu Unit BYD Genjot Produksi 24 Jam untuk Kejar Permintaan

Di antaranya, kebutuhan masyarakat tinggi saat hari besar keagamaan. Selain itu, adanya fenomena panic buying sehingga menyebabkan warga menimbun tabung LPG.

”Indikasi panic buying yang saat ini terjadi. Biasanya masyarakat beli tiga, sekarang beli lima karena terpengaruh dampak peperangan di Timur Tengah,” terangnya.

Kondisi panic buying tersebut diduga dimanfaatkan oleh sejumlah pengkalan LPG 3 kg. Mereka mengambil kesempatan dengan menaikkan harga di atas HET dengan alasan barang langka.

”Jadi, momentum ini dimanfaatkan oleh pangkalan,” ungkapnya.

Pernyataan tersebut diperkuat setelah hasil sidak ke sejumlah pangkalan LPG pada Rabu (8/4). Ditemukan lima pangkalan dari enam pangkalan yang dijadikan sampel menjual LPG di atas HET kepada masyarakat.

Lima pangkalan tersebut yakni di Pasar Rongtengah, Jalan Bahagia, Jalan Semeru, Jalan Mutiara, dan sekitar Pasar Srimangunan.

Barri mengaku, sudah melaporkan lima pangkalan tersebut ke pihak Pertamina karena melanggar ketentuan.

”Aturannya pangkalan menjual gas melon dengan HET Rp 18 ribu. Namun, mayoritas menjual di atas Rp 20 ribu hingga Rp 23 ribu. Kami telah berkoordinasi dengan Pertamina mengenai lima pangkalan ini,” tegasnya.

Baca Juga: Laptop Bisnis Ringan dan Aman ASUS ExpertBook P1 Ini Andalan Baru untuk Kerja Cepat dan Mobilitas Tinggi

Meski begitu, Barri memastikan jika stok dan pengiriman LPG melon di Sampang aman dan tanpa hambatan. Dia mengimbau masyarakat tidak panik.

”Jika ditemukan harga di atas HET lagi silakan lapor ke kami,” pintanya.

Terpisah, Area Manager Communication Relations & CSR Jatimbalinus Ahad Rahedi mengeklaim belum menemukan LPG dijual di atas HET di tingkat pangkalan.

Dia menduga kenaikan harga tersebut terjadi di tingkat pengecer. ”Di Sampang belum ada isu,” klaimnya. 

Menanggapi hasil sidak Pemkab Sampang, pihaknya belum bisa mengambil tindakan. Ahad berjanji akan menindaklanjuti laporan tersebut.

Dia memastikan, pangkalan yang melanggar aturan akan disanksi atau pemutusan hubungan usaha (PHU). 

”Jika pelanggarannya berat, langsung di-cut (PHU),” tegasnya.

Dia juga memastikan pendistribusian LPG berjalan normal dan tidak ada hambatan. Timnya melakukan penyaluran tambahan fakultatif di seluruh Jatimbalinus. Upaya itu dilakukan untuk menjawab kebutuhan masyarakat yang tinggi.

”Masyarakat juga kami imbau bisa menggunakan pasokan energi ini dengan bijak dan sesuai peruntukan serta bisa membeli LPG ke pangkalan resmi,” tukasnya. (ay/bil)

Editor : Hera Marylia Damayanti
#pangkalan LPG #harga #sidak #lpg 3 kg #pengecer