SAMPANG, RadarMadura.id – Seekor sapi milik Soleh, warga Dusun Larangan, Desa Gulbung, Kecamatan Pangarengan, Sampang, terperosok ke sumur kemarin (9/4). Proses evakuasi sapi yang dipersiapkan untuk hewan kurban itu membutuhkan waktu hingga tiga jam.
Proses evakuasi juga melibatkan sejumlah anggota TNI, Polri, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Daerah (DPKD) Sampang. Hal itu disampaikan Kasi Kedaruratan dan Logistik BPBD Sampang Mohammad Hozin.
Dia mengatakan, pihaknya berhasil mengevakuasi sapi yang masuk ke dalam sumur kemarin. Kejadian bermula saat istri Soleh pergi ke kandang untuk melihat dua sapi peliharaannya. Saat dilihat, dua sapi tidak ada di dalam kandang.
”Soleh dan istrinya melakukan pencarian di sekitar kandang dan rumahnya,” katanya.
Baca Juga: KDKMP Kabupaten Sampang Diproyeksikan Jadi Mitra SPPG
Seekor sapi ditemukan berada di lokasi yang berbeda. Yakni ditemukan di sawah dan nyemplung ke dalam sumur. Karena itu, Soleh langsung melapor ke DPKD Sampang. Sayangnya, DPKD tidak memiliki alat untuk mengevakuasi sapi tersebut.
”Akhirnya, warga menghubungi BPBD Sampang untuk meminta tolong evakuasi sapi tersebut,” ungkapnya.
BPBD Sampang langsung bergerak ke lokasi untuk mengevakuasi sapi yang nyemplung ke dalam sumur dengan kedalaman sekitar 5 meter. ”Kami melakukan evakuasi menggunakan rescue tripod, tali, dan perlengkapan pendukung lainnya,” tuturnya.
Sapi berhasil dievakuasi sekitar pukul 09.45. Beruntung, berhasil diselamatkan. ”Sapi yang masuk ke dalam sumur itu sebelumnya sudah laku ke pembeli untuk dijadikan hewan kurban,” tandasnya. (bai/bil)
Editor : Amin Basiri