SAMPANG, RadarMadura.id – Ledakan mercon saat momen Lebaran di Kecamatan Camplong meresahkan warga.
Satu unit rumah di Desa Pamolaan mengalami kerusakan setelah petasan rakitan berukuran besar meledak, Sabtu (21/3).
Kapolsek Camplong Iptu Bambang Budiyanto membenarkan kejadian tersebut. Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 08.00 di Dusun Tangketang, Desa Pamolaan, Kecamatan Camplong.
”Benar, ada ledakan mercon yang mengakibatkan rumah warga rusak, sebagaimana yang viral di media sosial,” ujarnya.
Dia menjelaskan, kejadian bermula usai warga melaksanakan salat Idul Fitri. Salah seorang warga bernama Mistam, 30, kemudian menyalakan petasan rakitan berukuran jumbo.
Petasan tersebut digantung di sebuah pohon mangga sebelum dinyalakan. ”Petasan dinyalakan dengan cara digantung di pohon,” katanya.
Tak lama kemudian, petasan meledak dengan suara cukup keras. Dampaknya, jendela rumah milik Matru’i, 55, yang berjarak sekitar 50 meter dari lokasi ledakan, terlepas dan jatuh hingga kacanya pecah.
”Jendela rumah itu belum dipasangi engsel, sehingga terlepas saat terkena getaran ledakan,” ungkapnya.
Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Namun, sebanyak empat jendela rumah warga mengalami kerusakan karena terjatuh. ”Kerugian ditaksir sekitar Rp 2,5 juta,” jelasnya.
Bambang menambahkan, kasus tersebut telah diselesaikan secara kekeluargaan. Pemilik rumah tidak menempuh jalur hukum setelah mendapatkan ganti rugi.
”Korban tidak mempermasalahkan dan sudah menerima ganti rugi,” terangnya.
Dia mengimbau masyarakat agar tidak menyimpan, membuat, maupun menyalakan petasan. Selain berbahaya, aktivitas tersebut juga melanggar hukum.
”Menyalakan, merakit, atau menjual petasan bisa dikenai sanksi sesuai undang-undang,” tegasnya. (bai/han)
Editor : Hera Marylia Damayanti