SAMPANG, RadarMadura.id – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jatim menyiapkan anggaran untuk bantuan penyandang disabilitas.
Tahun ini jumlah penerima bantuan tersebut berkurang jika dibandingkan 2025.
Dinsos PPPA Sampang mengaku tidak tahun alasan berkurangnya jumlah penerima bantuan tersebut.
Kabid Rehsos Dinsos PPPA Sampang Zainal Muttaqin menyampaikan, Pemprov Jatim menyiapkan bantuan disabilitas setiap tahun.
Bantuan itu berupa uang tunai. Tahun ini Pemprov Jatim kembali menyiapkan anggaran untuk bantuan tersebut.
Dia mengungkapkan, besaran bantuan yang diterima sebesar Rp 300 ribu setiap bulan.
Menurutnya, tahun ini jumlah penerima menyusut dibanding tahun lalu. Tahun ini, disabilitas yang mendapatkan bantuan hanya 125 orang.
”Berbeda dengan tahun lalu, yang menerima bantuan ada 190 orang. Mungkin akibat dampak efisiensi anggaran,” tuturnya.
Zainal menjelaskan, jumlah penerima bantuan tidak sesuai dengan usulan daerah.
Pemkab Sampang melalui Dinsos PPPA mengusulkan 400 orang disabilitas melalui aplikasi e-disabilitas Provinsi Jatim.
”Untuk verifikasi dan penentuan penerima dari provinsi, kami hanya mengusulkan saja,” terangnya.
Penerima bantuan diseleksi terlebih dahulu. Menurutnya, penerima bantuan berstatus disabilitas berat serta tidak termasuk penerima bantuan PKH.
Syaranya, penerima bantuan terdata di Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) dan masuk desil satu sampai empat.
”Jika di luar itu pasti ditolak, karena dianggap mampu,” pungkasnya. (ay/bil)
Editor : Amin Basiri