SAMPANG, RadarMadura.id – Gubernur Jawa Timur (Jatim) meresmikan puluhan paket kegiatan revitalisasi sarana dan prasarana (sarpras) di wilayah Madura.
Kegiatan tersebut berlokasi di SMKN 2 Sampang Selasa (3/3).
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa menyampaikan, pihaknya memiliki satu program dalam memajukan pendidikan di wilayah Madura.
Yakni Madura maju, unggul, dan naik kelas (Mama Mau Naik Kelas).
”Ini tekad kami untuk membuat Madura lebih maju, unggul, dan naik kelas,” ujarnya.
Menurutnya, maju merupakan terminologi dunia. Untuk mewujudkan kata maju memerlukan beberapa parameter.
Di antaranya kemiskinan mesti tinggal 2 persen, pertumbuhan ekonomi 9 persen, dan peningkatan layanan kesehatan serta pendidikan.
Pihaknya mengajak semua kepala sekolah di seluruh Jatim bersama-sama perkuat sinergi.
Tujuannya, bersama-sama bekerja keras saling berintegrasi mewujudkan Mama Mau Naik Kelas tersebut.
”Kami berharap semua kepala sekolah di Jatim mendampingi siswa-siswinya agar memperoleh beasiswa,” bebernya.
Kepala Dispendik Provinsi Jatim Aries Agung Paewai mengatakan, ada 60 program revitalisasi dan rehabilitasi sekolah di Madura. Yakni pada tingkat SMA-SMK negeri dan swasta.
”Hari ini (kemarin) gubernur Jatim ada kegiatan pembagian bansos di Sampang. Kami juga melaksanakan peresmian 60 kegiatan pembangunan di empat kabupaten yang diletakkan di SMKN 2 Sampang,” tuturnya.
Menurutnya, 60 kegiatan revitalisasi dan rehabilitasi tersebut sudah tuntas semua.
Pagu anggaran sebesar Rp 47 miliar yang bersumber dari APBD Provinsi Jatim 2025.
”Pekerjaannya sudah selesai dan sudah bisa dinikmati oleh pihak sekolah untuk melaksanakan kegiatan belajar mengajar (KBM),” ungkapnya.
Aries menjelaskan, sekolah di wilayah Jatim, termasuk Madura, membutuhkan perhatian.
Tahun lalu, hanya 60 sekolah yang mendapatkan anggaran kegiatan.
Selain itu, masih banyak sekolah yang memerlukan bantuan peningkatan infrastruktur.
Dia menyatakan, Pemprov Jatim akan melihat kualitas siswa yang bisa masuk perguruan tinggi negeri.
Jika jumlahnya meningkat signifikan, maka sekolah akan mendapatkan reward bantuan rehabilitasi dari gubernur.
”Ini untuk memacu semangat peningkatan kualitas siswa,” tandasnya. (bai/bil)
Editor : Hera Marylia Damayanti