SAMPANG, RadarMadura.id – Program makan bergizi gratis (MBG) selama Ramadan tetap berjalan. Namun, mekanisme pendistribusiannya dibuat lebih fleksibel.
Sekolah sebagai penerima manfaat bahkan bisa mengajukan permintaan khusus, termasuk untuk kebutuhan buka puasa bersama.
Pelaksanaan program MBG di Kota Bahari selama bulan suci tidak berjalan dengan pola seragam. Jadwal pendistribusian sepenuhnya bergantung pada masing-masing satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG).
Hal itu karena teknis penyaluran disesuaikan dengan nota kesepahaman (MoU) antara pihak sekolah sebagai penerima manfaat dengan SPPG.
Sekretaris MBG Sampang Sudarmanta menjelaskan bahwa kebijakan tersebut mengacu pada surat edaran yang diterbitkan Badan Gizi Nasional (BGN). Surat itu secara khusus mengatur mekanisme pelayanan MBG selama Ramadan hingga Idul Fitri.
”Surat edaran tersebut memberikan arahan mengenai penyesuaian mekanisme pelayanan program MBG selama Ramadan mulai Sabtu (14/2) hingga Selasa (24/3),” ujarnya.
Menurut dia, meskipun terdapat penyesuaian, pelaksanaan program MBG tidak dihentikan. Layanan tetap berjalan seperti biasa dengan sejumlah penekanan pada prinsip dasar pelaksanaan program.
Mulai dari pemenuhan gizi seimbang, standar keamanan pangan, hingga aspek ketertiban dan akuntabilitas harus tetap dijaga.
Hal tersebut menjadi perhatian utama agar tujuan program tetap tercapai meski dalam suasana Ramadan.
”Diharapkan tetap memperhatikan kualitas menu yang bergizi sebagaimana juknis yang telah disampaikan,” bebernya.
Lebih lanjut Sudarmanta menegaskan, fleksibilitas distribusi menjadi ruang bagi sekolah untuk menyesuaikan kebutuhan.
Pihak sekolah dapat berkoordinasi langsung dengan SPPG untuk menentukan waktu maupun pola penyaluran MBG.
Baca Juga: Jumlah Korban Kasus Penipuan Investasi Bodong Terus Bertambah
Bahkan, sekolah juga diberi ruang untuk mengajukan permintaan khusus terkait pemanfaatan program tersebut. Salah satunya, penggunaan MBG untuk kegiatan buka puasa bersama siswa di lingkungan sekolah.
”MBG oleh pihak sekolah bisa digunakan untuk buka bersama dengan siswa asalkan sama-sama disepakati antara SPPG dengan sekolah,” bebernya.
Dengan skema tersebut, diharapkan program MBG tidak hanya tetap berjalan selama Ramadan, tetapi juga mampu mendukung kegiatan keagamaan di sekolah tanpa mengurangi esensi utama pemenuhan gizi bagi peserta didik. (bai/han)
Editor : Amin Basiri