SAMPANG, RadarMadura.id – Satu per satu sikap nakal penjabat (Pj) Kades Margantoko, Kecamatan Jrengik, Sampang, Mat Haris mulai terkuak.
Buktinya, tidak hanya pengerjaan proyek betonisasi jalan desa yang tidak sesuai rencana anggaran belanja (RAB), namun juga meminta uang kepada warga dengan dalih penebusan hand tractor.
Sementara hingga saat ini alat mesin pertanian (alsintan) yang dijanjikan tidak pernah ada.
Sehingga, sekelompok warga Desa Margantoko memilih mendatangi kantor Kecamatan Jrengik untuk melakukan audiensi pada Rabu (18/2).
Terdapat dua orang yang diminta menyetor uang oleh Pj Kades Margantoko Mat Haris. Besarannya tidak sama, satu orang diminta Rp 10 juta dan yang satu lagi diminta Rp 1 juta.
”Namun nyatanya, hand tractor itu tidak ada. Cuma iming-iming saja, apalagi saat ini Pj Kades mulai lari dari masalah,” tambahnya.
Camat Sampang Khoirul Anam membenarkan adanya pengaduan warga yang disampaikan dalam forum.
Warga mengaku rela menyetorkan uang karena diiming-imingi akan mendapat hand tractor.
”Katanya mau dibelikan hand tractor, tapi sampai sekarang masyarakat tidak mendapatkan,” katanya.
Pihaknya menilai, bawahannya yang dipercaya menjadi Pj Kades tersebut telah menyalahgunakan kewenangan.
Sebab, mengiming-imingi warga untuk mendapat alsintan, yakni dengan minta setoran uang dengan dalih pinjaman.
”Kami sudah melakukan pemanggilan, tapi tidak hadir,” ungkapnya.
Suhut, warga Desa Margantoko, mengaku telah menyerahkan uang Rp 1 juta kepada Mat Harus.
Namun, dalih yang disampaikan, uang tersebut akan digunakan untuk penebusan hand tractor.
Jawa Pos Radar Madura (JPRM) telah berupaya memberikan hak jawab kepada Pj Kades Margantoko Mat Haris atas persoalan yang menerpanya.
Namun, saat dihubungi via WhatsApp tidak merespons Kamis (19/2). (ay/jup)
Editor : Hera Marylia Damayanti