Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Opsi untuk Penerima Manfaat di Pesantren, MBG Bisa Didistribusikan saat Sahur

Amin Basiri • Rabu, 18 Februari 2026 | 11:14 WIB
BEROPERASI: Bupati Slamet Junaidi dan Wabup Ahmad Mahfudz mengecek SPPG Taddan 001 Yayasan Sakera Muda Pangan saat peresmian, Selasa (18/11/2025).
BEROPERASI: Bupati Slamet Junaidi dan Wabup Ahmad Mahfudz mengecek SPPG Taddan 001 Yayasan Sakera Muda Pangan saat peresmian, Selasa (18/11/2025).

 

SAMPANG, RadarMadura.id – Program makan bergizi gratis (MBG) tetap didistribusikan saat Ramadan. Badan Gizi Nasional (BGN) sudah menerbitkan petunjuk teknis (juknis) penyalurannya. Pendistribusian MBG saat Ramadan bergantung kesepakatan penerima manfaat dan SPPG.

Koordinator Wilayah (Korwil) BGN Sampang Ratna Nur Handayani mengatakan, BGN pusat memastikan bahwa MBG tetap didistribusikan saat Ramadan. Itu sesuai edaran dari kepala BGN.

Berdasarkan juknis, distribusi MBG saat Ramadan dikemas dengan makanan sehat. Menunya bisa memanfaatkan produk UMKM. ”Namun tetap diperhatikan gizinya,” katanya.

Ratna menyampaikan, mekanisme pendistribusian MBG saat Ramadan dipasrahkan pada setiap SPPG.

SPPG diminta untuk berkomunikasi dengan penerima manfaat terkait proses penyalurannya. ”Jika penerima manfaat tidak berkenan, tidak bisa dipaksakan,” ujarnya.

Menu MBG yang diberikan kepada setiap penerima manfaat diatur oleh ahli gizi. Pihaknya berharap ahli gizi di setiap SPPG bekerja sesuai tupoksi. ”Kami berharap ahli gizi SPPG bisa bekerja profesional sesuai tugasnya,” harapnya.

Kepala SPPG Sampang Torjun Krampon Atiqurrohman mengungkapkan, BGN sudah mengeluarkan juknis terkait penyaluran MBG saat Ramadan.

Jika merujuk pada juknis dari BGN, menu yang disajikan berbeda dengan hari biasanya. BGN mengarahkan agar menggunakan menu kering.

”Menu MBG selama Ramadan disarankan menggunakan makanan kering oleh BGN,” ungkapnya.

Atiq menerangkan, pendistribusian MBG tersebut bergantung pada kesepakatan SPPG dengan penerima manfaat. Jika penerima manfaat dan SPPG sepakat, bisa menggunakan skema bundling (penggabungan).

”Untuk penerima manfaat MBG di pesantren, bisa menerapkan opsi pendistribusian saat sahur,” tandasnya. (bai/bil)

Editor : Amin Basiri