SAMPANG, RadarMadura.id – Jurusan Rekayasa Mesin dan Industri serta Teknologi Elektro Politeknik Negeri Madura (Poltera) melaksanakan program pengabdian kepada masyarakat tahun 2025 dengan menerapkan teknologi alat pengering ikan teri berkapasitas 20 kilogram.
Program tersebut menyasar nelayan pesisir di Desa Dharma Camplong, Kecamatan Camplong, Kabupaten Sampang. Proses penyerahan bantuan alat tersebut dilaksanakan di Pondok Pesantren Al-Ittihad Camplong, Jumat (13/2/2026).
Dosen Poltera, A. Labib Fardany Faisal, menjelaskan bahwa pembuatan mesin pengering tersebut berangkat dari persoalan yang kerap dialami nelayan, khususnya nelayan ikan teri saat musim penghujan.
Menurutnya, proses pengeringan ikan teri selama ini sangat bergantung pada panas matahari. Ketika cuaca tidak mendukung, ikan teri tidak cepat kering dan berpotensi menimbulkan bau sehingga menyebabkan kerugian bagi nelayan.
"Sehingga kami dalami dengan membuat alat pengering yang sesuai dengan kebutuhan nelayan," terang Fardany.
Ia menambahkan, teknologi alat pengering sebenarnya bukan hal baru karena sudah banyak diterapkan di daerah lain. Namun, untuk wilayah Sampang, inovasi tersebut tergolong baru.
Baca Juga: Poltera Semakin Dipercaya Masyarakat Jadi Pilihan Siswa dan Orang Tua untuk Menata Karier Masa Depan
Alat pengering yang dibuat tim Poltera menggunakan bahan bakar gas LPG untuk menyalakan kompor pemanas dan dilengkapi blower guna meratakan panas di dalam boks pengering.
Sementara itu, Wakil Direktur III Bidang Kemahasiswaan, Kerja Sama, dan Sistem Informasi Poltera, Ir. Akhmad Arif Kurdianto, S.ST., M.T., mengatakan bahwa program tersebut merupakan bagian dari pengabdian kepada masyarakat.
Ia menyebut, sasaran kegiatan adalah nelayan pesisir di Dharma Camplong yang selama ini mengeluhkan proses pengeringan ikan teri saat musim hujan.
Berangkat dari permasalahan tersebut, tim Poltera melakukan penelitian dan merancang pengering otomatis berbahan bakar gas.
Dalam program tersebut, Poltera menyerahkan satu unit boks kontainer pengering kepada kelompok nelayan Desa Dharma Camplong.
Berdasarkan hasil uji coba, proses pengeringan ikan teri sebanyak 20 kilogram dengan suhu 80 derajat Celsius dapat diselesaikan dalam waktu sekitar satu jam.
Proses pengeringan akan lebih cepat apabila ikan terlebih dahulu dimasak karena kadar airnya lebih sedikit.
"Kami berharap bantuan alat ini benar-benar digunakan agar membawa manfaat bagi nelayan di Desa Dharma Camplong," pungkasnya.
Perwakilan Pondok Pesantren Al-Ittihad Camplong selaku mitra, Ustad Muzakki, menyampaikan apresiasi atas kepedulian Poltera terhadap nelayan setempat.
"Alhamdulillah bantuan pengering ikan ini sangat mendukung terhadap usaha nelayan di Dharma Camplong," terang Muzakki usai serah terima bantuan di halaman pondok.
Ia menambahkan, selama ini belum ada bantuan serupa dari pihak mana pun, sehingga para nelayan sangat bersyukur atas dukungan tersebut.
Program tersebut menjadi wujud nyata kolaborasi antara Poltera dan masyarakat nelayan dalam menjawab kebutuhan teknologi tepat guna, khususnya untuk meningkatkan produktivitas dan mengurangi risiko kerugian saat musim hujan. (dry)
Editor : Hendriyanto