SAMPANG, RadarMadura.id – Nilai indeks pembangunan manusia (IPM) Kabupaten Sampang setiap tahun mengalami peningkatan.
Pada 2025, IPM Kabupaten Sampang mencapai 67,23 persen.
Meski mengalami peningkatan, tapi IPM Sampang masih berada di peringkat paling rendah di Jawa Timur.
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sampang Boby Eko Heru Mulyadi mengatakan, nilai IPM menghadapi tantangan yang berat.
Sebab, tiga komponen penunjang IPM di Kabupaten Sampang masih rendah.
”Yakni indeks kesehatan, pendidikan, dan standar hidup layak. Nah, yang paling berat itu pendidikan,” katanya.
Menurut dia, dalam indeks pendidikan ada dua komponen indikator dan dilihat dari rata-rata lama sekolah serta harapan lama sekolah.
Sayangnya, data rata-rata lama sekolah persentasenya hanya 5,19 persen. Sedangkan harapan lama sekolah mencapai 12,59 persen dari jumlah total penduduk di Sampang.
”Salah satu pemicunya, faktor pernikahan dini. Hasil in-depth study (studi mendalam) ternyata banyak yang menikah di bawah umur,” jelasnya.
Dijelaskan, pemicunya lainnya, penduduk yang telah menuntaskan jenjang pendidikan tinggi banyak yang tidak tinggal di Kabupaten Sampang.
Sehingga, tidak menunjang indeks IPM daerah. ”IPM itu juga mempertimbangkan jumlah warga yang tinggal dan hidup di Sampang,” ucapnya.
Ditambahkan, IPM Sampang dalam beberapa tahun terakhir mengalami peningkatan.
Namun, peningkatan tersebut tidak merubah status Kota Bahari karena tetap berada di posisi paling rendah se-Jawa Timur.
”Sampang masuk IPM sedang. Tapi di Jawa Timur sisa dua daerah yang masih sedang, daerah lain sudah IPM tinggi,” ulasnya.
Koordinator Bemsa Sampang Iftitahul Elmy turut prihatin atas posisi Sampang yang masih berada di level paling rendah di Jawa Timur.
Hal itu diduga karena masih banyaknya angka putus sekolah dan buta huruf yang masih tinggi. Terlebih pelayanan kesehatan dan ekonomi warga belum merata.
”Kami berpandangan kondisi ini bukan sekedar data statistik, tapi mencerminkan ketimpangan kesejahteraan. Pemkab harus menyusun strategi pembangunan manusia yang tepat,” pintanya. (ay/yan)
Editor : Amin Basiri