Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Nyaris Tewas Bunuh Diri, Pria Tambelangan Diduga Depresi karena Putus Cinta

Amin Basiri • Selasa, 10 Februari 2026 | 21:23 WIB
DIRAWAT: Korban MH saat menjalani perawatan di Puskesmas Tambelangan, Sampang, Minggu (8/2).
DIRAWAT: Korban MH saat menjalani perawatan di Puskesmas Tambelangan, Sampang, Minggu (8/2).

SAMPANG, RadarMadura.id – Nyawa pria berinisial MH, warga Desa Mambulu Barat, Kecamatan Tambelangan, Sampang, nyaris tak tertolong.

Pria berusia 25 tahun itu melakukan percobaan bunuh diri dengan melukai anggota tubuhnya. B

eruntung, neneknya mendengar teriakan MH saat kejadian, Minggu (8/2) siang. 

Kasihumas Polres Sampang AKP Eko Puji Waluyo membenarkan kejadian percobaan bunuh diri MH.

"Keadiannya Minggu (8/2) sekitar pukul 14.00. Tempat kejadian perkaranya (TKP) di rumah nenek korban di Desa Mambulu Barat, Kecamatan Tambelangan", katanya.

Mantan Kapolsek Ketapang itu menceritakan, kejadiannya bermula saat nenek korban, Arum, sedang berada di musala.

Tiba-tiba, nenek korban mendengar suara jeritan memanggil namanya dari kamar korban. Saat dicek, Arum terkejut melihat korban dalam keadaan terluka.

Korban terluka di bagian leher sebelah kiri, pergelangan tangan kiri, dan lengan atas sebelah kiri.

Setelah mengetahui kejadian tersebut, Arum meminta tolong tetangganya untuk membawa korban ke Puskesmas Tambelangan.

Kondisi korban saat dibawa ke Puskesmas Tambelangan dalam keadaan sadar dan sempat diinterogasi oleh petugas Polsek Tambelangan.

"Diduga motifnya berkaitan dengan asmara, karena putus cinta dengan kekasihnya", paparnya.

Eko mengungkapkan, kepada petugas, korban juga mengakui bahwa luka yang dialami karena dilakukan sendiri menggunakan pisau dapur.

”Saat ditanya mengapa melukai dirinya sendiri, korban hanya diam, ungkapnya. 

Pama dengan tiga balok emas di pundaknya itu menyampaikan, pihaknya juga sudah meminta keterangan Arum.

Diketahui, korban merupakan warga Surabaya yang tinggal bersama orang tuanya. Korban baru satu pekan menginap di rumah Arum.

Saat menginap di rumah Arum, yang merupakan nenek korban, dia (korban) tidak pernah keluar dari kamarnya, ujarnya.

Eko menambahkan, luka korban cukup parah sehingga dirujuk ke RSUD Sampang. Nenek korban masih menunggu langkah dari orang tua korban untuk tindak lanjut kasus tersebut.

”Untuk penanganan lebih lanjut, nenek korban masih menunggu orang tua korban", imbuhnya.

Humas dan Marketing RSMZ Sampang Amin Jakfar Sadik menyatakan, korban tiba di RSMZ Sampang sekitar pukul 15.00.

Petugas langsung melakukan perawatan kepada korban. Menurutnya, korban perlu dirujuk ke Rumah Sakit Menur Surabaya untuk pemeriksaan lanjutan.

Namun, pihak keluarga tidak berkenan. Akhirnya pada pukul 20.30 Minggu (8/2) dibawa pulang ke rumahnya, tuturnya.

Amin mengaku tidak tahu pasti apakah korban mengalami gangguan jiwa atau tidak. Sebab, tidak dilakukan pemeriksaan lanjutan ke Rumah Sakit Menur Surabaya.

Pihaknya sudah menyarankan agar pihak keluarga melakukan pemeriksaan kejiwaan lantaran korban nekat melakukan percobaan bunuh diri.

Saat kami lakukan pemeriksaan di RSMZ, ditemukan luka-luka di tangan dan di leher diduga karena terkena pisau dapur, tandasnya. (bai/bil)

Editor : Amin Basiri