SAMPANG, RadarMadura.id – Pemberangkatan calon jemaah haji (CJH) 2026 mulai dipersiapkan.
Bahkan, paspor CJH mulai dikumpulkan ke Asrama Haji Surabaya. Namun, belasan paspor di antaranya ditolak.
Kepala Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Sampang Sayfuddin memaparkan CJH yang diproyeksikan berangkat tahun ini 623 orang.
Mereka telah menyelesaikan tahapan istitaah, pelunasan, pemberkasan administrasi dokumen paspor, dan bio visa.
”(Paspor) sudah kami serahkan ke asrama haji. Sekarang ada dua jemaah yang saat ini sedang proses pembuatan,” katanya Jumat (6/2).
Keterlambatan dua CJH yang baru mengurus paspor karena sempat berada di luar negeri. Yakni, merantau di negara Malaysia. Sehingga, proses pengurusan dan pengusulannya tidak bersamaan dengan yang lain.
”Sebanyak 621 paspor CJH sudah kami kirim ke asrama haji. Sisa dua paspor insyaallah tuntas hari ini sesuai batas toleransi,” tambahya.
Ratusan paspor CJH yang dikirim ke asrama haji, tidak semuanya diterima. Sebab, 12 di antaranya dikembalikan karena anggaran bermasalah. Alasannya, foto yang ditempel di paspor buram.
”Sembilan sudah selesai, sisanya insyaallah hari ini tuntas dan segera kami selesaikan. Keseluruhan ada 14 paspor yang harus diselesaikan,” jelasnya.
Selain masalah foto, juga terdapat problem lain dalam pengurusan paspor CJH. Antara lain, adanya kesalahan dalam penulisan ejaan nama jemaah.
Namun, persoalan tersebut diklaim telah tuntas saat penyerahan pertama melalui berita acara pemeriksaan (BAP).
”Sudah kami selesaikan sebelumnya, jadi tinggal belasan paspor ini (yang masih bermasalah),” terangnya.
Terpisah, CJH asal Desa/Kecamatan Omben Mat Sahari mengaku sudah dua kali mengurus perlengkapan administrasi haji. Pertama pengurusan paspor, dan yang kedua bio visa.
”Karena jari saya ada yang patah, jadi harus membawa surat keterangan dari puskesmas,” tandansya. (ay/jup)
Editor : Hera Marylia Damayanti