SAMPANG, RadarMadura.id – Kegiatan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RKPD 2027 Kecamatan Banyuates digelar Kamis (29/1).
Wakil Bupati (Wabup) Sampang Ahmad Mahfudz hadir langsung dan meresmikan kegiatan tersebut.
Wabup Ahmad Mahfudz mengatakan, Musrenbang RKPD 2027 merupakan kewajiban pemerintah. Kegiatan tersebut dilaksanakan dari tingkat desa hingga pusat.
Musrenbang Kecamatan Banyuates merupakan kegiatan yang bertujuan untuk menyerap aspirasi masyarakat desa.
Pria yang karib disapa Lora Wabup itu menyampaikan, hasil usulan musrenbangcam bakal ditampung dan dibahas di tingkat kabupaten.
Tujuannya, untuk disinkronisasi dengan program pemerintah kabupaten, provinsi, dan pusat.
”Setiap menjalankan program kegiatan selalu ada tantangan. Kami selalu berupaya menemukan jalan (solusi) agar tetap memberikan yang terbaik untuk masyarakat Sampang,” ujarnya.
Lora Mahfudz mengutarakan, salah satu program prioritas Pemkab Sampang yakni program universal health coverage (UHC).
Anggaran untuk UHC tahun ini sebesar Rp 56 miliar. Melalui program UHC, pemkab ingin memberikan pelayanan kesehatan terbaik kepada masyarakat.
”Kami berharap program UHC bisa dinikmati semua masyarakat sehingga bisa berobat secara gratis,” tuturnya.
Dia mengungkapkan, tahun ini pemkab mengalami tantangan yang cukup berat. Sebab, dana transfer ke daerah (TKD) dikurangi.
”Kami berharap semua elemen masyarakat tetap bersama-sama mendoakan pemkab agar yang sudah direncanakan bisa terealisasi dengan baik,” harapnya.
Camat Banyuates Moh. Imam mengatakan, beberapa jalan poros desa di Kecamatan Banyuates perlu diperbaiki.
Selain itu, terdapat beberapa desa rawan terjadi longsor dan abrasi. Hal itu membutuhkan perhatian dari Pemkab Sampang.
Namun, pihaknya juga memahami bahwa anggaran TKD berkurang.
”Tapi kami optimistis, Pemkab Sampang yang dikomandoi oleh bupati dan Wabup, bisa menuntaskan program prioritas,” tandasnya. (bai/bil)
Editor : Hera Marylia Damayanti