Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Identitas Mr X Terungkap, Warga Surabaya, Tinggalkan Tiga Anak

Hera Marylia Damayanti • Kamis, 29 Januari 2026 | 08:17 WIB
TEWAS: Polisi menyerahkan jenazah Fauzen pada keluarga di RSMZ Sampang sebelum dibawa ke Surabaya untuk dikebumikan pada Selasa (27/1) sore. (UBAIDILLAHIR RAIE/JPRM)
TEWAS: Polisi menyerahkan jenazah Fauzen pada keluarga di RSMZ Sampang sebelum dibawa ke Surabaya untuk dikebumikan pada Selasa (27/1) sore. (UBAIDILLAHIR RAIE/JPRM)

SAMPANG, RadarMadura.id – Identitas kerangka mayat Mr X yang ditemukan di Desa Tambaan, Kecamatan Camplong, Sampang, akhirnya terungkap.

Kerangka tersebut diketahui bernama Fauzen, 31, warga Kota Surabaya. Jenazah yang sebelumnya dimakamkan pada Jumat (23/1) itu kembali dibongkar (ekshumasi) untuk dibawa pihak keluarga guna dimakamkan Surabaya.

Berdasarkan data yang dihimpun Jawa Pos Radar Madura (JPRM), Polres Sampang bersama tim Dokter Polisi (Dokpol) Polda Jawa Timur melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) lanjutan di Desa Tambaan, Kecamatan Camplong, Selasa (27/1).

Setelah itu, petugas melakukan pembongkaran makam Fauzen di pemakaman umum Kampung Ke’kekek, Kelurahan Rongtengah, Kecamatan Kota Sampang.

Usai ekshumasi, kerangka mayat Fauzen dibawa ke RSUD Mohammad Zyn (RSMZ) Sampang untuk pemeriksaan lebih lanjut. Selanjutnya, kerangka jenazah diserahkan kepada pihak keluarga.

Muslik, mertua Fauzen, mengungkapkan bahwa pihak keluarga kali pertama mendapatkan informasi dari Fitria, istri Fauzen, yang bekerja di Malaysia.

Dia menginformasikan kasus penemuan kerangka mayat di Desa Tambaan pada Rabu (21/1).

”Sama anak saya, kami diminta untuk melihat penemuan mayat tersebut dengan barang bukti (BB) jaket dan pakaian lainnya yang ada di Polres Sampang. Kami langsung meluncur ke Polres Sampang waktu itu, Jumat (23/1),” ucapnya.

Menurut Muslik, saat dilakukan pengecekan barang bukti di Polres Sampang, seluruhnya sesuai dengan pakaian yang dikenakan Fauzen sebelum meninggalkan rumah di Surabaya.

Termasuk, ikat pinggang yang merupakan miliknya dan sebelumnya dipinjam oleh korban.

”Termasuk ciri-ciri kerangka mayat tersebut, salah satunya gigi bawah korban itu sama dengan ciri-ciri Fauzen,” tuturnya.

Muslik menjelaskan, Fauzen pamit pulang ke Madura menuju rumah orang tuanya di Desa Prajjan, Kecamatan Prajjan, pada Minggu (23/11) malam.

Sebelum berangkat, korban sempat meminta tambahan uang kepada istrinya.

”Uang itu ingin dugunakan oleh Fauzen untuk membeli bensin dan rokok. Dia hanya punya uang Rp 50 ribu dan meminta tambahan pada istri saya Rp 50 ribu,” katanya.

Muslik menambahkan, sebelum berangkat, istrinya sempat berpesan agar Fauzen tidak lama pulang ke Madura. Fauzen pun berjanji akan kembali ke Surabaya keesokan harinya.

”Ternyata keesokan harinya, sekitar pukul 08.00–09.00 WIB yang bersangkutan tidak pulang. Saya telepon sepupunya di Madura, ternyata Fauzen tidak pulang ke rumahnya,” paparnya.

Upaya pencarian kemudian dilakukan dengan menanyakan keberadaan korban kepada rekan-rekannya di Surabaya.

Namun, tidak satu pun yang mengetahui keberadaan Fauzen. Ponsel korban juga tidak dapat dihubungi. ”Satu bulan, dua bulan lebih tidak ada kabar,” ujarnya.

Muslik menuturkan, Fauzen dikenal sebagai pribadi pendiam dan tidak memiliki masalah dengan siapa pun.

Korban bekerja sebagai penyeberangan kendaraan di Surabaya dan setiap selesai bekerja langsung pulang ke rumah.

”Selama ini menantu saya itu tidak pernah ada masalah dengan siapa pun. Termasuk dengan Fitria (istri korban). Saat di Surabaya baik-baik saja,” terangnya.

Pihak keluarga meminta agar makam jenazah Fauzen dibongkar kembali untuk dipindahkan ke Surabaya dan dimakamkan satu lokasi dengan anak korban yang telah meninggal dunia lebih dulu.

”Fauzen punya empat anak. Tapi, satu anak sudah meninggal. Sekarang tersisa tiga anak. Kami berharap kematian menantu kami ini bisa diungkap dan kami pasrah kepada pihak berwajib (aparat penegak hukum),” bebernya.

Sementara itu, Kasihumas Polres Sampang AKP Eko Puji Waluyo menjelaskan, Satreskrim Polres Sampang bersama Inavis Polda Jatim dan Dokpol Polda Jatim melakukan olah TKP lanjutan pada Selasa (27/1) sekitar pukul 11.00 WIB di Dusun Gayam, Desa Tambaan, Kecamatan Camplong.

”Hasil olah TKP kembali ditemukan sisa kerangka tulang manusia yang diduga rangka tulang tubuh korban,” katanya.

Petugas kemudian mengamankan sejumlah potongan tulang tersebut dan melanjutkan ekshumasi di pemakaman umum Jalan Pajudan, Kecamatan Sampang, sekitar pukul 15.00 WIB.

”Setelah dilakukan ekshumasi, tim gabungan membawa kerangka tulang korban ke RSMZ Sampang untuk diotopsi ulang (penyusunan struktur tulang),” katanya Rabu (28/1).

Setelah proses penyusunan tulang selesai, sekitar pukul 16.30 WIB pihak rumah sakit menyerahkan kerangka tulang korban kepada keluarga.

”Untuk motif maupun penyebab kematian korban masih dilakukan penyelidikan lebih lanjut,” tandasnya. (bai/han)

Editor : Hera Marylia Damayanti
#kerangka mayat #ekshumasi #anak #mr x #diotopsi ulang #penyebab kematian #Dipindahkan #terungkap #RSMZ Sampang #identitas #warga Kota Surabaya #penyelidikan #dibongkar #pembongkaran makam