SAMPANG, RadarMadura.id – Kegiatan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RKPD 2027 Kecamatan Sreseh dimulai Rabu (28/1).
Kegiatan dibuka oleh Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Sampang Yuliadi Setiyawan. Sejumlah anggota DPRD Sampang juga hadir dalam kegiatan tersebut.
Camat Sreseh Sampang Arif Purna Hermawan mengatakan, permasalahan dan isu strategis di Sreseh hampir sama dengan tahun sebelumnya.
Yakni, berkaitan dengan sarana dan prasarana (sarpras) infrastruktur jalan poros desa yang membutuhkan perbaikan. Selain itu, persediaan air bersih kurang dan penerangan jalan umum (PJU).
”Termasuk harapan besar kami yakni segera terbangun jembatan Sreseh-Pangarengan (Srepang) yang akan memangkas waktu perjalanan masyarakat dari Sampang ke Sreseh,” tukasnya.
Sekkab Sampang Yuliadi Setiyawan mengatakan, kegiatan musrenbang sudah diatur dan harus dilaksanakan mulai tingkat desa hingga pusat.
”Musrenbangcam wajib dilaksanakan untuk menyerap aspirasi dari semua elemen masyarakat. Hasilnya akan dibahas kembali di tingkat kabupaten,” katanya.
Semua usulan program hasil musrenbangcam akan dicatat organisasi perangkat daerah (OPD).
Termasuk usulan prioritas dari setiap desa. Usulan program tersebut akan dipilah dan dipilih agar selaras dengan RPJMD dan visi misi bupati dan Wabup sampang.
Pria yang karib disapa Wawan itu mengutarakan, tahun ini anggaran transfer ke daerah (TKD) dikurangi. Pemerintah pusat menggunakan dana tersebut untuk program prioritas presiden.
”Tahun lalu (2025) TKD untuk Kabupaten Sampang kurang lebih Rp 1,5 triliun. Sedangkan tahun ini turun menjadi sekitar Rp 1,2 triliun. Berkurang sekitar Rp 239 miliar,” tuturnya.
Menurutnya, berkurangnya anggaran TKD berdampak pada program di daerah.
Karena itu, dia berharap semua elemen masyarakat, terlebih masyarakat Kecamatan Sreseh saling bersinergi dan bergotong royong dalam membangun Sampang.
”Kalau kita lakukan bersama-sama akan semakin mudah dalam memajukan Sampang dalam berbagai hal,” ajaknya. (bai/bil)
Editor : Hera Marylia Damayanti