SAMPANG, RadarMadura.id - Kabupaten Sampang pertama kalinya menggelar kompetensi code blue dan bantuan hidup dasar (BHD) se-Jawa Timur.
Kegiatan yang digelar RSUD dr Mohammad Zyn dibuka langsung Bupati Sampang Slamet Junaidi.
Bupati Slamet mengapresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Terlebih bisa mendatangkan hingga lebih dari 50 tim.
Yakni terdiri dari 27 tim code blue dan 25 tim BHD. Dalam kegiatan tersebut, dia mendorong nakes bekerja profesional.
”Bagi saya kompetensi ini bukan hanya sekedar lomba, namun memiliki dimensi edukatif,” katanya saat sambutan.
Code Blue merupakan kode darurat media yang digunkan dalam pelayanan kesehatan.
Sementara BHD merupakan tanda kondisi gawat darurat yang mengancam nyawa pasien.
Terutama henti jantung atau henti nafas yang dialami pasien.
”Maka keduanya merupakan kemampuan teknis yang harus dikuasai para nakes,” tuturnya.
Pria yang akrab disapa Aba Idi itu menginginkan agar nakes benar-benar mempraktekkan ilmu tersebut saat memberikan pelayanan kepada masyarakat.
Harapannya, para nakes siaga dan responsif terhadap berbagai kondisi kedaruratan.
”Apalagi kegawatdaruratan henti nafas atau jantung tidak mengenal waktu dan tempat. Respons yang cepat, tepat dan terkoordinasi adalah kuncinya,” harapnya.
Dia mengutarakan, kompetensi tersebut bisa mendorong profesionalisme nakes dalam memberikan pelayanan dan meningkatkan mutu pelayanan.
”Semoga benar-benar terinternalisasi dan diinplemtasikan di lapangan,” pungkanya. (ay/bil)
Editor : Amin Basiri