CAMPLONG, Jawa Pos Radar Madura – Nyawa Safi’ih, warga Desa Dharma Camplong, Kecamatan Camplong, Sampang, tidak bisa diselamatkan. Pria berusia 60 tahun itu ikut terpanggang saat rumahnya terbakar sekitar pukul 11.30 kemarin (21/1).
Kasi Kedaruratan dan Logistik BPBD Sampang Mohammad Hozin menyampaikan, korban Safi’ih tidak sempat tertolong karena api ditemukan sudah membesar. ”Korban ditemukan meninggal dunia dalam keadaan terbakar,” katanya kemarin.
Dia mengutarakan, lansia tersebut tinggal dengan ipar dan dua keponakannya. Saat kejadian, mereka sedang tidak berada di rumah. Sementara, Safi’ih tinggal sendiri di rumah karena kondisinya sedang sakit.
”Pada pukul 07.00 korban ditingal sendiri oleh keluarga untuk bekerja di ladang, karena kondisinya tidak bisa berjalan,” tuturnya.
Dia mengungkapkan, peristiwa kebakaran kali pertama ditemukan oleh keponakan Safi’ih saat pulang dari sekolah sekitar pukul 11.30. Saat ditemukan, api melalap isi dapur dan kamar belakang tempat tidur Safi’ih.
Warga sekitar membantu memadamkan api tersebut tapi tidak berhasil menolong nyawa korban. ”Keponakan korban sempat memanggil ibunya di ladang dan dibantu warga memadamkan api,” ungkapnya.
Mengetahui kabar tersebut, petugas BPBD langsung menuju lokasi. Hozin menyatakan, dugaan sementara penyebab kebakaran karena korsleting listrik dari alat masak nasi. Jenazah Safi’ih disemayamkan di TPA terdekat.
”Api berasal dari korsleting listrik alat masak nasi dan korban telah dimakamkan pukul 15.00,” paparnya,
Menurutnya, sebagai bentuk kemanusiaan BPBD juga menyerahkan bantuan logistik kepada keluarga korban.
Yakni satu unit kasur, matras, terpal, kompor, dan perlengkapan masak. ”Kami juga menyerahkan satu paket sembako dan alat kebersihan, kami juga turut berduka,” tandasnya. (ay/bil)
Editor : Amin Basiri