SAMPANG, RadarMadura.id – DPRD Sampang merespons terkait problem yang terjadi di SDN Batuporo Timur 1, Kecamatan Kedungdung. Legislatif berencana akan memanggil pihak sekolah dan Dinas Pendidikan (Dispendik) Sampang.
Ketua Komisi IV DPRD Sampang Mahfud mengatakan, pihaknya sudah mengetahui informasi sekolah yang menerima MBG meski tidak ada kegiatan belajar mengajar (KBM). ”Kami sudah tahu karena videonya banyak beredar di beberapa platform media sosial,” katanya.
Pihaknya bakal bersikap tegas dalam menyikapi masalah tersebut. Dalam waktu dekat pihaknya bakal melakukan pemanggilan terhadap sejumlah pihak. Baik pihak sekolah dan Dispendik Sampang.
Saat ini, pihaknya sedang berkoordinasi di internal komisi untuk menjadwal waktu yang pas untuk melakukan pemanggilan. Menurutnya, banyak yang perlu dievalusi atas munculnya problem di SDN Batuporo Timur 1 tersebut.
”Kok bisa sekolah itu tetap tercatat sebagai penerima MBG, padahal tidak ada KBM,” sesalnya.
Jika melihat video yang beredar, Mahfud menilai, sikap guru yang terekam tak etis Misalnya, merokok di lingkungan sekolah dan yang lainnya.
”Termasuk guru menyetel musik dangdut saat berseragam di ruang kelas seperti video yang beredar,” paparnya.
Pihaknya menilai, masalah yang terjadi di SDN Batuporo Timur 1 karena pengawasan dari Dispendik lemah.
”Faktor minimnya siswa, bisa saja guru tidak pernah turun ke masyarakat untuk mengajak siswa bersekolah di SD tersebut,” tandasnya. (bai/bil)
Editor : Amin Basiri