SAMPANG, RadarMadura.id – Penerangan jalan umum (PJU) di Kabupaten Sampang yang menggunakan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) minim.
Dari ribuan tiang, hanya ada ratusan PJU yang menggunakan PLTS. Yakni tersebar di tiga kecamatan.
Kepala Dishub Sampang Chalilurrachman melalui Kabid Hubungan Darat Dishub Khotibul Umam menyampaikan, tahun ini ada dua mekanisme pembangunan PJU.
Yakni menggunakan jaringan dan solar cell atau PLTS. Namun mayoritas yang akan dibangun menggunakan jaringan.
Menurutnya, PJU solar cell merupakan sistem yang mengubah energi matahari menjadi listrik menggunakan panel surya.
Sistem ini dinilai lebih hemat dalam penggunaan biaya listrik. Sebab, tidak membutuhkan jaringan listrik.
”Kalau jaringan tentu berbayar dan setiap pemakaiannya dihitung oleh PLN,” tuturnya.
Khotib mengungkapkan, dari ribuan PJU, yang menggunakan PLTS sekitar 200 titik.
Tahun ini, ada tambahan 60 PJU baru yang akan dibangun. Dia menyebut, enam PJU akan menggunakan PLTS. ”Kami tempatkan di Kecamatan Ketapang, ungkapnya.
Dia menjelaskan, selama ini solar cell tersebar di tiga kecamatan.
Yakni Kecamatan Ketapang, Karang Penang dan Kedungdung. Alasannya, daya listrik tiga kecamatan itu tidak kuat.
”Kalau disambungkan ke PLN tidak kuat. Jadi pakai solar cell, terangnya.
Khotib menambahkan, minimnya pembangunan PJU PLTS karenak biaya pengadaan dan pemeliharaan membutuhkan anggaran tidak sedikit.
Mantancenya harus didatangkan dari Surabaya. Karena itu, Pemkab memilih membangun PJU jaringan.
”Kalau solar cell paling lama awetnya hanya dua tahun. Jadi, kami lebih memilih PJU jaringan,” pungkasnya. (ay/bil)
Editor : Amin Basiri