SAMPANG, RadarMadura.id– Pemuda peduli Desa (Papeda) mendatangi Kantor PT Sampang Sarana Shorbase (SSS) Desa Sejati, Kecamatan Camplong, kemarin (15/1).
Mereka mempertanyakan penyaluran corporate social responsibility (CSR).
Sekretaris Papeda Rosi mengatakan, pihaknya mempertanyakan terkait penyaluran dana CSR PT SSS.
Sebab, aturannya, setiap perusahaan wajib menyalurkan CSR kepada masyarakat. Apalagi, pihaknya menerima informasi jika PT SSS tidak pernah menyalurkan CSR.
”Direktur SSS klaim menyalurkan CSR. Ini yang kami pertanyakan,” ujarnya kepada JPRM.
Rosi mengaku, pihaknya tidak mendapatkan informasi detail terkait CSR yang disalurkan PT SSS.
Yakni hanya sebatas menyalurkan program seperti penanaman mangrove, penyaluran hewan kurban, kegiatan petik laut, dan yang lainnya.
”Setelah ditelusuri, tidak pernah menyalurkan itu, utamanya terkait petik laut. Kami akan surati PT GSM sebagai holding dari PT SSS,” ungkapnya.
Direktur Utama PT SSS Insiyatun menyatakan, pihaknya sudah membeberkan secara detail terkait pertanyaan yang disampaikan peserta audiensi.
Utamanya berkaitan dengan penyaluran dana CSR. Menurutnya, pihaknya setiap tahun menyalurkan CSR.
Dia mengungkapkan, sejumlahCSR yang disalurkan di antaranya penanaman pohon mangrove, penyaluran hewan kurban, termasuk kegiatan sosial seperti petik laut.
Kami sudah sampaikan bukti dokumentasi. Kami juga punya bukti proposalnya,” ungkapnya.
Insiyatun menjelaskan, ada beberapa poin yang tidak bisa disampaikan kepada peserta audiensi karena ada regulasi yang membatasi.
Menurutnya, pihaknya hanya bisa melaporkan keuangan perusahaan kepada pemilik saham.
”Kami juga sudah laporkan semuanya kepada pemilik saham, termasuk PT GSM,” tukasnya. (bil)
Editor : Amin Basiri