Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Kejari Soroti Anggaran Disperta, Dorong Inspektorat Telisik Penggunaan Dana Tenaga Keamanan

Amin Basiri • Rabu, 14 Januari 2026 | 09:47 WIB

 

SMP AAA

 

 

 

F  KDMP

MOH. LATIF/JPRM

PROGRES: Pekerja sedag mengerjakan pembangunan gerai KDMP di Desa Lanjuk, Kecamatan Manding, Kamis (1/1).

TKP: Warga berada di sekitar mesin hand traktor yang diduga dicuri maling, Jumat (9/1).
TKP: Warga berada di sekitar mesin hand traktor yang diduga dicuri maling, Jumat (9/1).

SAMPANG, RadarMadura.id - Penggunaan anggaran untuk tenaga keamanan kantor Disperta KP Sampang mendapat sorotan dari berbagai pihak.

Di antaranya, Kejaksaan Negeri (Kejari) Sampang. Dalam dua tahun terakhir, anggaran tenaga keamanan menghabiskan Rp 378 juta. 

Meski alokasi anggara tenaga keamanan besar, tapi kantor disperta KP dinilai tak aman. Buktinya, dinas kehilangan mesin hand tractor dua tahun tahun berturut-turut.

Karena itu, Korps Adhyaksa mendorong inspektorat untuk menelisik penggunaan dana tenaga keamanan tersebut.

Kasi Intelejen Kejari Sampang Diecky E.K. Andriansyah mengatakan, pengelolaan keuangan di disperta KP harus mengikuti prosedur. Yakni efisien, akuntabel, efektif, termasuk harus transparan.

Harusnya disperta KP transparan terkait pengelolaan anggaran belanja tenaga keuangan, katanya.

Diecky menyampaikan, ada beberapa hal yang perlu dikroscek terkait hilangnya mesin hand tractor.

Di antaranya berkaitan human error petugas keamanan atau ada penyimpangan dalam penganggaran dana tenaga keamanan.

”Jangan-jangan tidak dianggarkan untuk kegiatan tersebut, artinya tidak digunakan untuk tenaga keamanan, ujarnya.

Menurutnya, penggunaan anggaran yang didanai negara harus dipertanggunjawabkan.

Jika memang anggaran digunakan untuk tenaga keamanan, harusnya ada surat pertanggungjawaban (SPj). 

Termasuk juga berapa jumlah tenaga keamanan yang bertugas, sesuai atau tidak dengan jumlah anggarannya.

Jadwal piketnya seperti apa, apakah anggaran tersebut hanya untuk tenaga keamanan pagi atau untuk waker (penjaga malam) juga, ungkapnya.

Diecky mengutarakan, Inspektorat Sampang perlu mengecek penggunaan anggaran tenaga keamanan disperta KP.

Sebab, fungsi pengawasan di daerah itu kewenangan inspektorat. Harus dicek SPj-nya oleh Inspektorat Sampang, tuturnya.

Sebelumnya, Kepala Inspektorat Sampang Ari Wibowo menyatakan, pihaknya bakal melakukan evaluasi terkait penggunaan anggaran tenaga keamanan di disperta. Sebab, aset yang hilang dibeli menggunakan anggaran negara.

Anggaran tenaga keamanannya cukup besar. Kami ingin mengecek SOP dan sistem keamanannya. Sehingga, anggaran yang dikeluarkan oleh pemerintah benar-benar sesuai peruntukan, tandasnya.

Kepala Disperta KP Sampang Suyono tidak merespons saat dihubungi koran ini. Beberapa kali dihubungi melalui sambungan telepon yang biasa digunakan tapi tidak dijawab. (bai/bil)

Editor : Amin Basiri
#sampang #Disperta