SAMPANG, RadarMadura.id – Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Jawa Timur mengeklaim rutin melakukan patroli.
Realitasnya, transaksi jual beli minuman keras (miras) di area Terminal Trunojoyo Sampang masih terjadi.
Itu terungkap setelah Polsek Kedungdung mengamankan empat pemuda saat pesta miras di area puskesmas setempat.
Erna Lukitaningsih selaku kepala UPT P3LLAJ Bangkalan UPT Dishub Jatim Wilayah Madura mengatakan, penjual miras di area terminal telah ditindak.
Dia mengeklaim telah memerintahkan tim untuk meninjau langsung ke lapangan.
"Fokus utama kami memastikan bahwa seluruh aktivitas pedagang di area terminal telah mematuhi perda," katanya.
Informasi yang diterima koran ini, transaksi jual beli miras tersebut bukan yang pertama.
Tapi, telah berulang kali berlangsung di area terminal yang terletak di Jalan Teuku Umar tersebut. Namun, aktivitas ilegal itu lolos dari pengamatan petugas.
"Jika ada pelaku usaha yang melanggar ketentuan hukum, maka akan dikenakan sanksi administratif hingga pencabutan ijin berusaha di terminal," janjinya.
Perempuan berhijab itu mengklaim telah mengoptimalkan pengawasan. Stafnya rutin melakukan patroli di area terminal.
Termasuk memberikan pembinaan dan sosialisasi kepada para penyewa kios.
"Para Kasatgas dan admin terminal, sudah kami ingatkan untuk menindak aktifitas yang tidak patut," paparnya.
Plt. Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Sampang Syuaidi Asyikin menyampaikan, aktivitas jual beli miras di terminal telah lama menjadi atensinya.
Beberapa kali pihaknya telah melakukan penggerebekan. Namun, hasilnya diakui belum memuaskan.
"Di sana menjadi atensi kami. Cuma yang terjaring pembeli bukan pedagangnya," ungkapnya.
Ke depan, dia berjanji akan mengoptimalkan pengawasan di area terminal. "Sehingga, tidak ada lagi transaksi jual beli miras di area terminal," tandasnya.
Sebelumnya, Polsek Kedungdung mengamankan empat remaja yang melakukan pesta miras di area puskesmas setempat pada Jumat (9/1).
Saat dimintai keterangan, para pemuda itu mengaku membeli miras di Terminal Trunojoyo Sampang. (ay/yan)
Editor : Amin Basiri