SAMPANG, RadarMadura.id – Target pendapatan asli daerah (PAD) yang dibebankan kepada Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata (Disporabudpar) Sampang tidak pernah tercapai.
Salah satu pemicunya, tunggakan sewa fasilitas senilai belasan juta belum dibayar penyewa.
Kabid Pemuda Olahraga Disporabudpar Sampang Isma Ulfa mengatakan, ada beberapa faktor kenapa target tidak pernah tercapai.
Di antaranya patokan target terlalu tinggi, lapangan bola baru beroperasi, fasilitas kurang memadai. "Juga penyewa tidak tertib bayar," katanya.
Menurut dia, nominal tunggakan penyewa mencapai belasan juta. "Sedangkan PAD yang dikelola disporabudpar berasal dari dua sumber.
Yakni sektor retribusi pemanfaatan fasilitas olahraga dan Hotel Camplong," ulasnya.
Dijelaskan, tahun 2025 institusinya hanya berhasil mengumpulkan PAD sebesar Rp 261 juta.
Sementara target yang ditetapkan sebesar Rp 300 juta. "Dengan demikian, minus Rp 39 juta," ungkapnya.
Ditambahkan, ada beberapa langkah yang dilakukan institusinya agar bisa mencapai target PAD.
Selain melakukan penagihan, juga rutin melakukan pemeliharaan dan perbaikan fasilitas. "Sehingga pengguna bisa lebih nyaman," pungkasnya. (ay/yan)
Editor : Amin Basiri