Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Anggaran Keamanan Dua Tahun Rp 378 Juta, Inspektorat Warning Disperta KP Evaluasi Kinerja Petugas Keamanan

Hera Marylia Damayanti • Rabu, 7 Januari 2026 | 07:21 WIB
DIPASANGI GARIS POLISI: Warga berada di sekitar TKP pencurian mesin hand tractor di kantor Disperta KP Sampang Selasa (6/1). (UBAIDILLAHIR RAIE/JPRM)
DIPASANGI GARIS POLISI: Warga berada di sekitar TKP pencurian mesin hand tractor di kantor Disperta KP Sampang Selasa (6/1). (UBAIDILLAHIR RAIE/JPRM)

SAMPANG, RadarMadura.id – Anggaran belanja tenaga keamanan di Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Disperta KP) Sampang disorot.

Pasalnya, selama 2024 dan 2025 sudah dua kali kemalingan. Padahal, anggaran belanja tenaga keamanan dalam dua tahun Rp 378 juta.

Berdasarkan data yang dihimpun Jawa Pos Radar Madura (JPRM), anggaran belanja petugas keamanan pada 2024 dan 2025 keseluruhan mencapai Rp 378.000.000 dan bersumber dari APBD Sampang.

Perinciannya Rp 189.000.000 pada 2024 dan Rp 189.000.000 pada 2025 (lihat grafis).

Kepala Disperta KP Sampang Suyono belum bisa dimintai keterangan terkait pengawasan terhadap kinerja tenaga keamanan yang menyedot anggaran hampir setengah miliar tersebut.

Sebab, yang bersangkutan tidak ada di meja kerjanya. Karena konon sedang rapat di luar kantor, koran ini lalu menghubungi melalui nomor telepon seluler yang bersangkutan.

Kepala Inspektorat Sampang Ariwibowo Sulistyo mengatakan, semua organisasi perangkat daerah (OPD) dituntut untuk melakukan pengamanan aset.

”Pengamanan aset yang dibiayai oleh anggaran negara (daerah) diserahkan kepada masing-masing OPD,” ujarnya.

Ari menjelaskan, dalam melakukan pengamanan, OPD bisa melakukan berbagai cara.

Di antaranya dengan melakukan pengadaan tenaga keamanan, mengoptimalkan staf, pengadaan CCTV, dan lain sebagainya.

”Seharusnya, jika sudah terjadi pencurian, Disperta KP Sampang mengevaluasi sistem keamanannya,” katanya.

Dijelaskan, disperta sudah mengalokasikan anggaran tenaga keamanan. ”Seharusnya disperta terus memantau kinerja petugas keamanan tersebut,” ucapnya.

GRAFIS: HARY/JPRM
GRAFIS: HARY/JPRM

Ari menyatakan, jika kejadian pencurian sudah dua kali berturut-turut, maka disperta wajib mengevaluasi kinerja tenaga keamanannya.

”Harus dievaluasi kinerjanya,” ulasnya.

Menurutnya, pihaknya bakal melakukan evaluasi terkait penggunaan anggaran tenaga keamanan di disperta.

Sebab, aset yang hilang dibeli menggunakan anggaran negara.

”Anggaran tenaga keamanannya cukup besar. Kami ingin mengecek SOP dan sistem keamanannya. Sehingga, anggaran yang dikeluarkan oleh pemerintah benar-benar sesuai peruntukannya,” tandasnya.

Ari mengingatkan semua OPD  untuk lebih memperhatikan sistem keamanan kantor.

Artinya, masing-masing OPD tidak hanya mengandalkan sekuriti. ”OPD bisa juga memasang CCTV di tempat strategis,” bebernya.

Sebelumnya diberitakan, Disperta KP Sampang sudah dua kali kehilangan mesin hand tractor. Pertama pada 2024 dan kedua pada 2025.

Kasus tersebut sudah dilaporkan ke Polres Sampang. Tapi, sampai saat ini kasus tersebut belum terungkap. (bai/yan)

Editor : Hera Marylia Damayanti
#petugas keamanan #mesin hand tractor #anggaran #Inspektorat Sampang #kinerja #pencurian #Disperta KP Sampang #tenaga keamanan #evaluasi