SAMPANG, RadarMadura.id – Tidak semua pegawai di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sampang berkelakuan baik.
Buktinya, terdapat puluhan pegawai di lingkungan Pemkab Sampang yang kedapatan indisipliner berdasarkan hasil inspeksi mendadak (sidak) yang dilakukan Inspektorat Sampang.
Inspektur Inspektorat Sampang Ariwibowo Sulistyo menyatakan, pengawasan kedisiplinan pegawai dilakukan secara insidental.
Yakni, dengan melaksanakan sidak ke kecamatan, sekolah, dan puskesmas.
Pemantauan kinerja pegawai dilakukan dengan melibatkan badan kepegawaian dan pengembangan sumber daya manusia (BKPSDM).
Hasilnya, selama Maret–Desember, ditemukan adanya 33 pegawai indisipliner.
”Sidak yang kami lakukan secara tiba-tiba, untuk memastikan jalannya pelayanan publik,” ujarnya.
Hasil dari inspeksi yang dilakukan lebih dari prediksinya. Sebab, ditemukan banyak pegawai yang tidak disiplin.
Yakni, tidak masuk tanpa keterangan yang jelas. ”Bahkan, ada ASN yang absen (tidak masuk) berturut-turut tanpa alasan yang jelas,” ujarnya.
Hasil dari pemantauan ditindaklanjuti kepada pimpinan organiasi perangkat daerah.
Tujuannya, agar ASN yang indisipliner diberi pembinaan serius.
”Tapi untuk ASN yang tidak masuk lebih dari 15 hari berturut-turut, kami langsung berikan rekomendasi berisikan sanksi sesuai ketentuan di BKPSDM,” ujarnya.
Kepala BKPSDM Sampang Arief Lukman Hidayat membenarkan lembaganya dalam pengawasan kedisiplinan pegawai.
Hasilnya, ditemukan adanya puluhan pegawai yang ditengarai tidak disiplin.
”Sanksi sementara kami buatkan surat pernyataan dan teguran. Tidak ada yang sampai dilakukan pemberhentian,” tandasnya. (bai/jup)
Editor : Hera Marylia Damayanti