SAMPANG, RadarMadura.id – Pendapatan asli daerah (PAD) di sektor pajak bumi dan bangunan (PBB P2) terancam tak capai target. Hingga akhir Desember, capaiannya sekitar 50 persen.
Karena itu, Badan Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPPKAD) Sampang bakal memanggil semua camat.
Plt Kabid Pendapatan BPPKAD Sampang Moh. Syakban tidak menampik bahwa realisasi PBB P2 belum mencapai target.
Capaian di tingkat kecamatan juga tidak ada yang mencapai target.
”Sementara belum ada yang mencapai seratus persen,” katanya Senin (29/12).
Dia mengungkapkan, target PBB P2 tahun ini mencapai Rp 7,5 miliar. Namun, yang terealisasi hanya Rp 4 miliar.
”Realisasinya sementara masih di angka Rp 4,015 miliar,” ungkapnya.
Syakban menjelaskan, koordinasi antar kecamatan digenjot sebagai upaya untuk memaksimalkan potensi pendapatan.
Namun, sampai saat ini belum ada yang berhasil memenuhi target. Kekurangan tagihan tersebut secara otomatis menambah daftar piutang PBB P2 tahun ini.
”Pastinya menambah daftat piutang,” ujarnya.
Karena itu, dia berencana akan memanggil semua camat. Hal itu dilakukan untuk melakukan pendekatan dan evaluasi atas koreksi penagihan yang tidak mencapai target.
”Konsep besarnya sudah kami susun seperti sistem pembayaran dan bukti pelunasan sesuai arahan pimpinan,” terangnya.
Camat Banyuates Moh. Imam menyampaikan, pihaknya telah berupaya memaksimalkan penagihan.
Namun, masih terkendala masalah politik desa sehingga sampai saat ini belum bisa mencapai target.
”Kami tetap berupaya menagih dengan mengumpulkan pemerintah desa. Tetap kami maksimalkan, apalagi kami telah dikumpulkan oleh Bapak Bupati untuk bisa mencapai target,” tandasnya. (ay/bil)
Editor : Hera Marylia Damayanti