SAMPANG, RadarMadura.id – Bencana hidrometeorologi kembali terjadi di Kabupaten Sampang.
Kali ini, angin puting beliung memorak-poranda rumah warga di Dusun Bringkoning, Desa Tlagah, Kecamatan Banyuates, Sampang.
Jumlah korban bencana diprediksi terus bertambah.
Kasi Kedaruratan dan Logistik BPBD Sampang Mohammad Hozin mengatakan, timnya mendapatkan laporan pukul 18.47.
Dalam laporan tersebut, disampaikan angin puting beliung datang saat kawasan Desa Tlagah diguyur hujan deras dan jilatan petir.
”Akibatnya pepohonan besar tumbang,” katanya.
Menurut dia, pohon tumbang terletak di sejumlah lokasi. Akibatnya, akses lalu lintas jalur pantura tersebut macet total.
Setidaknya menyebabkan kemacetan hingga dua jam lebih.
”Banyak pohon yang tumbang sampai arah ke barat Jembatan Nepa,” tambahnya.
Dijelaskan, angin puting beliung juga menyebabkan rumah, kios, dan gudang hancur. Sejumlah kios di Pasar Bringkoning juga terkena dampak.
”Beberapa bangunan dan gudang roboh. Termasuk kanopi depan toko pasar roboh,” ucapnya.
Hozin menyampaikan, evakuasi sempat dibantu muspika serta babinsa, bhabinkamtibmas dan masyarakat sekitar.
Hasil pendataan sementara, tercatat baru dua rumah yang hancur terdampak bencana.
”Bangunan dan tembok milik H Sukardi roboh. Untuk data yang lain masih dicatat oleh pihak kecamatan,” ucapnya.
Yanti, salah satu warga Desa Bira Timur, Kecamatan Sokobanah, Sampang, menyampaikan, pada waktu yang sama angin dan hujan deras juga mengguyur Sokobanah.
”Beruntung tidak ada korban jiwa. Hanya alat elektronik berupa TV rusak tersambar petir,” pungkasnya. (ay/yan)
Editor : Hera Marylia Damayanti