SAMPANG, RadarMadura.id – Hari Jadi Ke-402 Kabupaten Sampang terasa sangat istimewa. Sebab, di momentum bersejarah itu, Bupati Sampang Slamet Junaidi dan wakilnya, Ahmad Mahfudz, dianugerahi gelar bangsawan.
Gelar yang disematkan kepada Slamet Junaidi adalah Kanjeng Raden Tumenggung. Sementara Ahmad Mahfudz memperoleh gelar Kanjeng Raden Panji.
Pengukuhan gelar bangsawan tersebut diberikan Kepangeranan Merdiko Praja Mangkualaman saat acara Festival Adat Budaya Nusantara VI di Pendopo Trunojoyo, Sampang, Senin (22/12).
Kegiatan itu dihadiri para raja, sultan, dan pemangku adat yang tergabung dalam Masyarakat Adat Nusantara (Matra).
”Ini merupakan suatu kebanggaan dan kehormatan bagi kami. Gelar ini merupakan amanah untuk mengabdi terhadap masyarakat,” ujar Bupati Sampang Slamet Junaidi.
Orang nomor satu di Kota Bahari itu menyatakan, Festival Adat Budaya Nusantara VI bukan sekadar acara perkumpulan para raja.
Namun, juga penandatanganan dukungan pengusulan Pangeran Trunojoyo sebagai pahlawan nasional.
”Kami berterima kasih kepada para raja Nusantara yang telah berkenan memberikan dukungan. Ini merupakan suntikan moral dan legitimasi yang sangat berharga dalam proses pengusulan Pangeran Trunojoyo sebagai pahlawan nasional,” ungkapnya.
Penandatanganan dukungan itu bukan sekadar dokumen administratif, pihaknya akan terus berupaya untuk mengusulkan Pangeran Trunojoyo menjadi pahlawan Nasional.
”Pangeran Trunojoyo diusulkan sebagai pahlawan nasional bukan semata-mata soal gelar, melainkan pengakuan terhadap harga diri kolektif masyarakat. Pangeran Trunojoyo merupakan simbol bagian terhormat bagian dari bangsa Indonesia,” pungkasnya. (bai/jup)
Editor : Hera Marylia Damayanti