SAMPANG, RadarMadura.id – Bencana angin puyuh di Desa Dharma Camplong, Kecamatan Camplong, konon melibas 60 rumah warga. Kenyataannya, jumlah korban belum final.
Saat pemerintah menyalurkan bantuan, ternyata jumlah korban terus bertambah.
Kasi Kedaruratan dan Logistik BPBD Sampang Mohammad Hozin mengatakan, jika merujuk data terbaru hingga Sabtu (20/12), setidaknya terdapat tambahan 22 korban. "Insyaallah ini yang terakhir," katanya.
Bencana angin puyuh yang terjadi pada Senin (15/12) lalu, menerjang atap rumah warga.
Juga menyapu atap gedung sekolah dan mengakibatkan pohon tumbang. "Tercatat ada lima pohon yang tumbang," ucapnya.
Hozin menyampaikan, data tambahan itu merupakan laporan dari pemerintah desa. "Data (22 rumah) tersebut sudah dilengkapi KTP, KK, dan foto rumah," ujarnya.
Sebelumnya, berembus kabar bantuan yang disalurkan BPBD belum merata. Beberapa warga wadul belum menerima bantuan.
Namun, BPBD mengklaim akan membantu semua korban. "Tidak ada diskriminasi, semua korban tetap dapat bantuan," paparnya.
Koordinator BEM Sampang Iftitahul Elmy menyampaikan, penanganan korban bencana harus lebih cepat dan berasas keadilan. Khususnya korban yang rumahnya mengalami kerusakan.
Dia juga mendorong BPBD tidak hanya menyalurkan bantuan logistik saja, namun juga bantuan rehab rumah.
"Pemkab harus adil dalam memberikan bantuan. Tidak hanya simbolis, tapi juga secara berkelanjutan," pungkasnya. (ay/yan)
Editor : Amin Basiri