SAMPANG, RadarMadura.id – Kasus campak di Kabupaten Sampang masuk ketegori darurat. Indikasinya, ditemukan 1.228 anak dinyatakan suspek dan 198 dinyatakan positif penyakit campak. Angka kematian akibat campak mencapai sembilan anak
Pemerintah pusat bersama United Nations Children's Fund (Unicef) sudah menerapkan imunisasi tambahan serentak (ITS). Target ITS di Kabupaten Sampang sebanyak 85.605 anak. Namun yang berhasil diimunisasi baru 80.273 anak, sehingga tersisa 5.332 anak yang belum diimunisasi.
Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes KB Sampang Samsul Hidayat menyampaikan, imunisasi tambahan diberikan kepada semua anak berusia sembilan bulan hingga tujuh tahun. Tahun ini, pihaknya ditargetkan harus mencapai 95 persen dari total sasaran.
”Cuma kami baru bisa mencapai 93,77 persen atau 80.273 anak,” katanya Selasa (16/12).
Menurut dia, ada beragam alasan ribuan anak yang tidak mendapatkan imunisasi. Di antaranya, masyarakat tidak mau anaknya divaksin dan sakit. Dari 22 puskesmas, cakupan yang rendah ada di Puskesmas Jrengoan, Kamoning, dan Banyuanyar.
”Meski ada anak yang dirawat di rumah sakit, kami tetap lakukan komunikasi dan memberikan edukasi kepada masyarakat supaya anaknya mau divaksin,” ujarnya.
Kapus Kamoning Intan Retnosari menyampaikan, ada banyak faktor yang menyebabkan cakupan imunisasi rendah. Misalnya, banyak orang tua terpengaruh informasi hoaks tentang imunisasi. ”Peran lintas sektor juga kurang,” tandasnya. (ay/bil)
Editor : Hera Marylia Damayanti