SAMPANG, RadarMadura.id – Anggaran operasional laboratorium lingkungan tahun depan dipangkas. Kebijakan itu dikhawatirkan bisa menghambat pelayanan kepada publik.
Kepala UPTD Laboratorium Lingkungan DLH Perkim Sampang Hendro Wibowo Prasetyo mengatakan, penurunan anggaran operasional tersebut cukup signifikan. ”Jika sebelumnya sebesar Rp 120 juta, kini menjadi Rp 85 juta,” katanya.
Menurutnya, selama ini anggaran operasional yang melekat di bidangnya dialokasikan untuk beberapa program. Di antaranya pemeliharaan, belanja bahan-bahan, dan perjalanan dinas bagi staf. Sebab, pengambilan sampel air limbah harus dilakukan oleh staf.
”Kebijakan ini dibuat karena TKD (transfer keuangan ke daerah) berkurang,” tambahnya.
Dijelaskan, akibat pengurangan anggaran tersebut, terdapat beberapa pelayanan yang terganggu. Yakni, pengambilan sampel ke objek uji yang tidak terakomodasi maksimal. Sebab, anggaran perjalanan dinas petugas pun ikut menyusut.
”Misalnya dalam setahun kami menyediakan Rp 11 juta, ternyata hanya mampu menyediakan Rp 8 juta. Jadi ada yang tidak ter-cover,” terangnya.
Meski terjadi penyusutan anggaran, lanjut dia, tapi pelayanan tetap dimaksimalkan. ”Sehingga, bisa tetap berkontribusi dan meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD) dari sektor jasa laboratorium,” pungkasnya. (ay/yan)
Editor : Hera Marylia Damayanti