SAMPANG, RadarMadura.id - Tak hanya siswa yang merasa senang dengan program makan bergizi gratis (MBG), para orang tua juga merasakan manfaat besar dari program tersebut. Mereka menilai MBG meringankan beban harian dalam menyiapkan bekal anak.
Suci Ratnawati, salah satu orang tua siswa kelas IV di SDN Gunung Sekar 2, Kecamatan Sampang, menyampaikan hal itu secara langsung. Ia mengaku sangat terbantu sejak program tersebut dijalankan.
Menurut Suci, MBG membantu orang tua menghemat waktu dan tenaga. Ia sebelumnya rutin menyiapkan bekal untuk dua anaknya setiap hari. Ia mengatakan sering kehabisan ide untuk menyiapkan menu makanan.
“Tak jarang saya selalu kehabisan ide untuk menyiapkan menu masak, khawatir anak saya nggak suka. Biasanya saya tanyakan dulu besok mau bawa bekal apa?,” terang ibu Farah Jinan itu.
Dengan adanya jatah makan bergizi, para wali murid merasa lebih tenang. Menu MBG sudah disiapkan oleh pihak SPPG secara teratur. Suci menyebut anak-anak kini sering bercerita mengenai menu yang mereka nikmati di sekolah.
Baca Juga: Respons Siswa SDN Dulang soal MBG: Senang Jika Dapat Menu Nasi Goreng dan Bakso
Hal itu membuatnya semakin yakin bahwa program tersebut memberi dampak positif.
Selain itu, jatah MBG dinilai lebih memenuhi kandungan gizi karena sudah melalui pengecekan oleh tim gizi di SPPG. Kondisi ini membuat orang tua tidak khawatir lagi soal nutrisi anak.
“Pihak sekolah juga selalu memberikan informasi ke grup wali murid jika hari ini makan apa dan foto aktivitas siswa saat makan bersama,” kata Suci. Informasi itu membuat orang tua merasa lebih dekat dengan kegiatan anaknya.
Ia berharap program MBG terus berlanjut untuk memenuhi kebutuhan gizi anak. Ia menilai makan bersama di sekolah membuat anak-anak lebih antusias.
Anak-anak merasa lebih semangat saat makan bersama teman-temannya. Kebiasaan ini dinilai menumbuhkan rasa kebersamaan di lingkungan sekolah.
Sementara itu, Kepala SDN Gunung Sekar 2, Rohmadi, menyampaikan apresiasi kepada
pemerintah pusat. Ia berterima kasih atas perhatian presiden terhadap pemenuhan gizi siswa sejak dini.
Rohmadi menilai program MBG bukan hanya soal makanan harian siswa. Namun juga upaya membangun karakter dan daya pikir yang lebih baik di masa depan.
Baca Juga: Menu Terkontrol, Program MBG di Sampang Bikin Siswa Tak Lagi Jajan Sembarangan
“Manfaat jangka panjangnya saya yakin tidak ada kasus stunting lagi, selain itu, anak Indonesia bisa tumbuh dengan asupan gizi yang cukup,” pungkasnya. Ia optimistis MBG memberikan dampak nyata bagi generasi mendatang. (dry)
Editor : Hendriyanto