SAMPANG, RadarMadura.id - Identitas mayat yang ditemukan di perairan Pulau Mandangin belum terungkap.
Polres Sampang mengaku kesulitan mengidentifikasi jenazah tersebut. Kendalanya, kondisi tubuh mayat tidak utuh.
Plh Kasihumas Polres Sampang AKP Eko Puji Waluyo menyampaikan, tim gabungan terdiri dari BPBD Sampang dan Satuan Kepolisian Perairan dan Udara (Satpolairud) mengevakuasi mayat tanpa identitas di perairan Pulau Mandangin.
Kondisi tubuhnya ditemukan tidak utuh, termasuk jari tangannya.
Hingga kemarin, identitas mayat tersebut belum terungkap. Pihaknya kesulitan untuk mengidentifikasinya karena kondisi mayat hancur. ”Tim inafis kesulitan identifikasi. Sidik jari tidak bisa karena tinggal tulang, katanya kemarin (11/12).
Eko mengungkapkan, kondisi tubuh mayat menghambat pengungkapan identifikasi mayat. Sebab, tubuhnya mengalami pembusukan.
Dirinya berharap, masyarakat yang kehilangan anggota keluarga segera melapor.
Jika ada masyarakat merasa kehilangan keluarganya untuk menghubungi kantor polisi terdekat, paparnya.
Terpisah, Humas Marketing RSUD Mohammad Zyn Amin Jakfar Sidik menyampaikan, mayat tanpa identitas itu sudah dimakamkan.
Langkah ini diambil karena kondisi mayat mengeluarkan bau tidak sedap akibat pembusukan.
Pemakaman dilakukan atas izin Satreskrim Polres Sampang karena khawatir mengganggu pengunjung rumah sakit, ujarnya.
Sebelum dimakamkan, jenazah sempat diotopsi oleh Dokter Kesehatan Polda Jatim.
Amin mengaku, pihaknya belum mengetahui hasil otopsi tersebut.
Pihak rumah sakit juga kesulitan melakukan identifikasi. Kondisinya memang sudah tidak utuh, pungkasnya. (ay/bil)
Editor : Amin Basiri