Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Ribuan Nelayan Mandangin Terima Bantuan Baling-Baling Kuningan dan Alat Pancing dari HCML

Hendriyanto • Kamis, 11 Desember 2025 | 19:44 WIB

SIMBOLIS: Perwakilan HCML menyerahkan bantuan baling-baling kepada perwakilan nelayan di Balai Desa Pulau Mandangin, Sampang pada Selasa (2/12/2025)
SIMBOLIS: Perwakilan HCML menyerahkan bantuan baling-baling kepada perwakilan nelayan di Balai Desa Pulau Mandangin, Sampang pada Selasa (2/12/2025)

SAMPANGRadarMadura.id - Ribuan nelayan di Desa Pulau Mandangin, Kecamatan/Kabupaten Sampang, menerima bantuan baling-baling kuningan dari SKK Migas–Husky-CNOOC Madura Limited (HCML).

Bantuan tersebut merupakan bagian dari Program Pelibatan dan Pengembangan Masyarakat (PPM) HCML 2025 yang menyasar peningkatan produktivitas nelayan setempat.

Program ini menyalurkan 895 unit baling-baling kuningan untuk nelayan kecil, serta seperangkat alat pancing bagi 186 nelayan kapal kano di Pulau Mandangin. Bantuan diserahkan di Balai Desa Mandangin pada Selasa, 2 Desember 2025.

Penyerahan bantuan dihadiri Feri Ferdiansyah, mewakili Manager ROR HCML Hamim Tohari, Camat Sampang, Kabag Perekonomian Pemkab Sampang, Pj Kepala Desa Mandangin, Danramil, Polsek, Dinas Perikanan, perwakilan nelayan dari tiga dusun, serta pendamping PPM SKK Migas-HCML Trunojoyo Amanah Sagara (TAS).

Dalam sambutannya, Feri Ferdiansyah menyampaikan rasa terima kasih atas dukungan para nelayan Mandangin terhadap kegiatan operasi SKK Migas–HCML. Ia berharap bantuan tersebut mampu memberi dampak nyata bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat pesisir.

Baca Juga: Satu Hari, SKK Migas HCML Raih Tiga Penghargaan, Gelaran Festival Pesisir 4 Banjir Dukungan

"Kami sampaikan banyak terima kasih kepada bapak-bapak nelayan yang telah mendukung SKK Migas–HCML. Semoga apa yang diberikan hari ini bermanfaat dan membawa keberkahan bagi peningkatan taraf ekonomi warga Mandangin," ujarnya.

Sementara itu, Abdi Barri Salam, Analis Kebijakan Ahli Muda Bagian Perekonomian dan SDA Pemkab Sampang, mengapresiasi pelaksanaan PPM 2025 yang dinilai tepat sasaran. Ia menekankan pentingnya menjaga hubungan baik antara masyarakat dan perusahaan migas, terutama dalam aktivitas di laut.

Ia juga mengingatkan agar setiap potensi masalah di lapangan dapat segera dikoordinasikan dengan pemerintah daerah sehingga komunikasi dengan pihak SKK Migas–HCML berjalan efektif.

"Jika ada kendala, segera sampaikan kepada pemerintah daerah sebagai upaya membantu komunikasi antara warga dengan SKK Migas–HCML," ungkapnya.

Bari juga mengimbau masyarakat Mandangin agar mulai merancang usulan program untuk PPM 2027, terutama yang mengarah pada pelestarian lingkungan di wilayah pesisir.

Baca Juga: SKK Migas–HCML Libatkan Masyarakat Dalam Pagelaran Seni dan Aksi Sosial di Festival Pesisir Giligenting

Ketua Pelaksana Program Nelayan Mandangin Berdaya Romsul menegaskan bahwa usulan bantuan baling-baling berasal langsung dari masyarakat dan tokoh nelayan Mandangin. Ia menilai bantuan tersebut sangat relevan dengan kebutuhan nelayan kecil hingga pengguna kapal kano.

"Kami ingin pemerataan benar-benar dirasakan. Karena itu nelayan kano juga mendapat alat pancing. Untuk teknis penyaluran, akan dilakukan secara bertahap per dusun agar tertib dan merata," ujarnya.

Sementara itu, Pj Kepala Desa Mandangin, Choirul Anam, menilai bantuan baling-baling kuningan merupakan jenis bantuan terbaik untuk nelayan pulau. Menurutnya, kualitas baling-baling tersebut jauh lebih baik dibanding baling-baling biasa yang sering dipakai nelayan setempat.

"Sudah banyak yang bertanya soal jadwal pendistribusian sejak jauh hari. Alhamdulillah kini bantuan sudah diterima, dan kami berharap manfaatnya bisa dirasakan dalam jangka panjang," ucapnya.

Di sisi lain, salah satu nelayan penerima bantuan, Holilullah, warga Dusun Candin, mengaku sangat terbantu dengan adanya baling-baling kuningan tersebut. Selain kualitasnya bagus, harga komponen itu cukup mahal bila harus dibeli sendiri.

Baca Juga: SKK Migas–HCML Pasang PJU di Pesisir Mandangin, Tingkatkan Kesejahteraan dan Keamanan Nelayan

"Saya sangat bersyukur. Baling-baling bagus seperti ini mahal, jadi kalau beli sendiri sulit. Bantuan ini sangat membantu," tuturnya.

Holilullah juga menambahkan bahwa baling-baling biasa yang harganya sekitar Rp70 ribu cenderung mudah patah ketika kapalnya menginjak sampah atau serpihan kayu di laut. Dengan baling-baling kuningan, risiko tersebut jauh berkurang.

"Ini baru bantuan yang benar-benar dibutuhkan nelayan. Baling-baling kuningan ini tidak mudah patah meski melindas kayu laut. Kami berterima kasih kepada SKK Migas–HCML yang sudah menjadi tetangga baik bagi Mandangin," pungkasnya. (dry)

Editor : Hendriyanto
#alat pancing #HCML #Mandangin #sampang #skk migas #Baling Baling #bantuan untuk nelayan