SAMPANG, RadarMadura.id - Program MBG (Makan Bergizi Gratis) mulai dirasakan manfaatnya bagi kalangan siswa. Salah satunya saat meninjau SDN Dulang, Kecamatan Torjun, Kabupaten Sampang. Siswa-siswi menyambut Program MBG dengan sangat antusias.
Salah satu siswa, Indi, mengaku senang menerima jatah MBG setiap hari. Ia merasa beruntung karena bisa menikmati makanan sehat langsung di sekolah.
“Bisa makan di sekolah. Menunya juga sering ganti-ganti,” terangnya. Indi berharap program ini terus berjalan.
Sementara siswa lainnya, Fahmi juga memberikan tanggapan serupa mengenai MBG. Ia merasa senang namun tetap memiliki harapan terkait variasi menu.
Fahmi berharap bisa menikmati menu favoritnya dalam program tersebut. “Saya suka nasi goreng, nasi kuning dan fried chicken,” terangnya.
Baca Juga: Menu Terkontrol, Program MBG di Sampang Bikin Siswa Tak Lagi Jajan Sembarangan
Ia juga menyebut bakso dan kentucky sebagai menu harapannya. Permintaan ini menunjukkan selera anak-anak yang masih cenderung menyukai makanan populer.
Salah satu guru SDN Dulang, Rismayda Firdian Gazali Putri, turut memberikan penjelasan terkait respons siswa. Menurutnya, banyak siswa yang kurang menyukai sayur.
Karena itu muncul permintaan siswa mengenai menu nasi goreng, nasi kuning, atau bakso. Kondisi ini menjadi tantangan tersendiri untuk edukasi gizi.
“Kami menyarankan anak-anak untuk membawa tempat makan, jika tidak habis jatah MBG-nya bisa dibawa pulang,” terangnya. Imbauan ini membuat makanan tidak terbuang.
Risma menyampaikan bahwa kebiasaan membawa wadah makan dapat melatih kedisiplinan siswa. Selain itu, siswa bisa tetap menikmati makanan secara optimal.
Baca Juga: Dukung Program MBG, Bupati Lukman Kembali Resmikan SPPG
Jumlah siswa di SDN Dulang sebanyak 153 orang. Program MBG membuat perubahan perilaku konsumtif siswa secara signifikan.
Sebelumnya siswa sering membeli jajanan kurang sehat di sekitar sekolah. Namun sejak adanya MBG, kebiasaan itu mulai berkurang.
Pihak sekolah menilai program MBG tidak hanya memberikan makanan bergizi. Tetapi juga membentuk pola makan lebih sehat bagi siswa.
Risma menambahkan bahwa guru turut memberi pemahaman tentang kandungan makanan MBG. Edukasi ini dilakukan agar siswa mengenal nutrisi sejak dini.
Ia berharap program MBG terus berjalan dan semakin berkembang. Menurutnya, manfaat program ini sudah mulai terlihat dalam keseharian siswa. (dry)
Editor : Hendriyanto