Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Retribusi Laboratorium Lingkungan Tak Maksimal

Amin Basiri • Kamis, 11 Desember 2025 | 15:37 WIB
LINGKUNGAN: Petugas saat mengambil sampel air limbah di Puskesmas Camplong, Selasa (9/12).
LINGKUNGAN: Petugas saat mengambil sampel air limbah di Puskesmas Camplong, Selasa (9/12).

SAMPANG, RadarMadura.id - Pendapatan asli daerah (PAD) dari pemanfaatan aset di laboratorium (lab) lingkungan masih belum maksimal.

Hingga Oktober, realisasinya baru menyentuh 50 persen dari total target Rp 120 juta.

Kepala UPTD Laboratorium Lingkungan DLH Perkim Sampang Hendro Wibowo Prasetyo menyampaikan, pelayanan uji laboratorium termasuk dalam pemanfaatan aset milik pemerintah kabupaten (pemkab).

Tahun ini target retribusi ditetapkan sebesar Rp 120 juta. Namun, realisasinya baru mencapai separuh.

Sementara retribusi yang terkumpul baru Rp 60 juta, katanya kemarin (10/12).

Lab yang berada di Jalan Jamaluddin itu selama ini memfasilitasi uji air limbah dari fasilitas kesehatan dan pendidikan.

Pengujiannya menggunakan 10 parameter, yakni pH, suhu, TSS (total suspended solids), TDS (total dissolved solids), amonia, fosfat, COD (chemical oxygen demand), DO (dissolved oxygen), dan DHL (daya hantar listrik).

Hendro menjelaskan, minimnya realisasi retribusi disebabkan perubahan ketentuan parameter uji. Sebelumnya mengacu pada Permen 68/2016, kini berubah menjadi Permen 11/2025 tentang baku mutu air limbah domestik. Regulasi baru itu mensyaratkan penambahan parameter khusus.

Ada tambahan parameter residual klorin yang belum kami miliki, jelasnya.

Kondisi itu membuat sejumlah pemohon jasa uji tidak bisa difasilitasi. Sebab, pemkab masih menggunakan 10 parameter lama sesuai Permen 68/2016.

Akibatnya, uji air limbah dari fasilitas kesehatan ikut terkendala.

Sedang kami ajukan pengadaannya untuk tahun depan, ungkapnya.

Menurut dia, hambatan tersebut berdampak pada capaian retribusi tahun ini.

Diperkirakan, lab hanya mampu mencapai sekitar 80 persen dari target karena layanan terbatas pada uji air limbah domestik.

Kami tetap optimistis meski kondisinya kurang mendukung, pungkasnya. (ay/han)

Editor : Amin Basiri