Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

DPUPR Sampang Perbaiki Jalan Paopale–Rabiyan, Dukung Peningkatan Hasil Pertanian Unggulan Jambu Mete

Anis Billah • Rabu, 10 Desember 2025 | 00:21 WIB
SEDANG DIKERJAKAN: Proses pengecoran jalan menggunakan beton ready mix pada ruas Jalan Paopale-Rabiyan, Sampang.
SEDANG DIKERJAKAN: Proses pengecoran jalan menggunakan beton ready mix pada ruas Jalan Paopale-Rabiyan, Sampang.

SAMPANG, RadarMadura.id – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Sampang memperbaiki ruas Jalan Paopale–Rabiyan, Kecamatan Ketapang. Paket kegiatan senilai Rp 984.290.000 itu dikerjakan oleh CV Nuri Bahana.

Masa pelaksanaan proyek jalan yang menghubungkan jalan provinsi Sampang–Ketapang tersebut dimulai 18 September dan ditargetkan selesai pada 26 Desember 2025. Namun, kontraktor pelaksana berhasil menyelesaikan pekerjaan lebih cepat yakni pada 18 November 2025.

Kepala DPUPR Sampang Sri Andoyo Sudono, S.H., M.M., mengatakan, ruas Jalan Paopale–Rabiyan merupakan akses menuju kawasan pertanian unggulan jambu mete di Desa Paopale. Hingga kini, desa itu menjadi sentra industri penghasil jambu mete terbesar di Kota Bahari.

Karena itu, pihaknya melakukan perkerasan jalan yang awalnya memiliki lebar rata-rata 3,5 hingga 4 meter, lalu direkonstruksi dengan melebarkan badan jalan menjadi 5,5 meter sepanjang 275 meter.

”Kami juga membangun kelengkapan jalan berupa sistem drainase saluran samping dan cross drainage serta dinding penahan tanah sebagai perkuatan tebing jalan,” ujarnya.

Penata Kelola Jalan dan Jembatan Ahli Muda DPUPR Sampang Ibnu Salwani menjelaskan, pada dasarnya nilai kekakuan struktur tanah dasar di wilayah pantura cukup bagus.

Tanah permukaan di wilayah tersebut berupa tanah mediteran merah yang didukung lapis batuan kapur di bawahnya. Kondisi tanah ini memberikan keuntungan terhadap perkerasan jalan dengan minimnya potensi lendutan akibat differential settlement pada lapis fondasi jalan.

SELESAI LEBIH CEPAT: Hasil pengecoran jalan beton ruas Jalan Paopale-Rabiyan sudah bisa dinikmati masyarakat.
SELESAI LEBIH CEPAT: Hasil pengecoran jalan beton ruas Jalan Paopale-Rabiyan sudah bisa dinikmati masyarakat.

Menurut Ibnu, kerusakan yang terjadi di beberapa ruas jalan di kawasan pantura selama ini lebih disebabkan oleh umur konstruksi jalan dan beban kendaraan di luar ketentuan tonase yang melintas.

Selain itu, penyebab dominan kerusakan jalan aspal ialah limpasan hujan pada permukaan jalan dan sistem drainase yang tidak bekerja optimal.

”Pada dasarnya sifat kimia aspal tidak tahan terhadap penetrasi air atau yang disebut hidrofobik,” terangnya.

Karena itu, Pemkab Sampang melalui DPUPR menerapkan kebijakan betonisasi jalan secara bertahap dari tahun ke tahun, yakni melakukan rekonstruksi jalan aspal menjadi perkerasan jalan beton bertulang.

”Harapan Bupati Sampang melalui kebijakan betonisasi ini adalah dapat mewujudkan jalan beton pada hampir seluruh ruas jalan kabupaten maupun jalan desa, untuk menunjang kegiatan ekonomi melalui terbukanya aksesibilitas dan meningkatnya mobilitas masyarakat,” harapnya. (bil)

Editor : Anis Billah
#jalan Paopale Rabiyan #jambu mete #dpupr sampang #Perbaiki Jalan