Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

SKK Migas–HCML Pasang PJU di Pesisir Mandangin, Tingkatkan Kesejahteraan dan Keamanan Nelayan

Hendriyanto • Kamis, 4 Desember 2025 | 01:39 WIB

TERANG: SKK Migas-HCML memberikan bantuan PJU di sejumlah titik di pesisir pantai Desa Mandangin, Sampang (2/12).
TERANG: SKK Migas-HCML memberikan bantuan PJU di sejumlah titik di pesisir pantai Desa Mandangin, Sampang (2/12).

SAMPANG, RadarMadura.id – Masyarakat nelayan di Desa Pulau Mandangin, Sampang mendapat bantuan dari SKK Migas-Husky CNOOC Madura Limited (HCML). Bantuan itu dari kegiatan program pengembangan masyarakat (PPM) HCML 2025.

Kali ini, bantuan berupa Penerangan Jalan Umum (PJU) dipasang di sejumlah titik pantai yang menjadi pusat aktivitas nelayan. Selain menerangi lokasi tambatan perahu, fasilitas tersebut diharapkan mampu meningkatkan keamanan warga, mengurangi tindak pencurian, serta mendukung kegiatan sosial masyarakat setempat.

Pemasangan PJU tersebut menjadi salah satu upaya SKK Migas–HCML dalam mendorong peningkatan fasilitas dasar masyarakat pesisir, terutama desa yang menjadi kawasan dekat wilayah operasi.

Kehadiran lampu penerangan sangat dibutuhkan, mengingat wilayah pesisir Mandangin kerap ramai oleh nelayan yang melakukan aktivitas bongkar muat dan perbaikan perahu pada malam hari.

Baca Juga: SKK Migas-HCML Kembali Gelar Festival Pesisir, Bupati Sumenep: Momentum Tepat Gairahkan Ekonomi dan Pariwisata

Ketua Pelaksana Kegiatan Nelayan Mandangin Sejahtera, H. Yudik Yanto, menyampaikan apresiasinya atas bantuan tersebut. Menurutnya, keberadaan PJU di pesisir pantai sudah sejak lama menjadi kebutuhan mendesak masyarakat.

Selain membantu penerangan di area tambat perahu, keberadaan lampu juga terbukti efektif mengurangi risiko pencurian alat tangkap dan solar yang sering terjadi di area gelap.

"Kami sangat bersyukur dan berterimakasih pada SKK Migas–HCML. Sejak dulu, penerangan di area pantai ini sudah diharapkan masyarakat. Dengan adanya lampu, kami berharap tindak ada pencurian lagi. Termasuk juga meminimalisir kenakalan remaja seperti pacaran di lokasi gelap,” ujarnya, Jumat (21/11/2025).

Yudik menjelaskan bahwa total ada lima titik lampu yang dipasang pada tahap ini. Penyebarannya mencakup dua dusun, yakni empat titik di Dusun Kramat dan satu titik di Dusun Barat, tepatnya di ujung barat area pasir putih Desa Mandangin. Lokasi tersebut dipilih karena merupakan jalur utama nelayan dan pusat mobilitas warga.

Dua titik lampu ditempatkan di lokasi tambatan utama perahu besar jenis purse seine. Area ini merupakan pusat kegiatan nelayan besar Mandangin yang setiap hari beraktivitas sejak sore hingga malam. Sedangkan titik lainnya berada di kawasan pasarean Bujhuk Bangsacarah dan Ragapatmi, dua lokasi yang memiliki nilai sejarah bagi warga setempat.

Baca Juga: Puluhan Nelayan Purse Seine Mandangin Terima Bantuan Jaring dari PPM HCML

Menurut Yudik, wilayah tersebut tidak hanya berfungsi sebagai akses nelayan, tetapi juga tempat warga berkumpul dan beraktivitas pada malam hari. Karena itu, pemerataan penerangan menjadi hal yang penting, baik untuk alasan keamanan maupun kenyamanan masyarakat.

Ia menambahkan bahwa masyarakat Mandangin sering memanfaatkan listrik PJU untuk kegiatan darurat, seperti menyalakan alat perbaikan perahu, penerangan saat bongkar muat ikan, hingga mendukung kegiatan sosial masyarakat.

"Silakan dijaga dan dimanfaatkan. Lampu ini bisa digunakan untuk kegiatan nelayan, sambung listrik saat perahu rusak, atau keperluan sosial lainnya," tambah Yudik yang juga menjabat sebagai Ketua DPC HNSI Mandangin.

Yudik berharap pada tahun mendatang, titik penerangan dapat ditambah di area pesisir lainnya. Mandangin memiliki garis pantai yang cukup panjang dan menjadi pusat aktivitas ekonomi masyarakat. Karena itu, penambahan fasilitas PJU sangat penting untuk menciptakan akses yang lebih aman dan terang bagi warga.

Harapan serupa disampaikan Abdul Hasis, warga Dusun Kramat yang sehari-hari bekerja sebagai nelayan. Menurutnya, keberadaan lampu penerangan membuat suasana pesisir lebih aman di malam hari. Para nelayan kini merasa lebih tenang ketika meninggalkan alat tangkap atau memarkir perahu mereka di tepi pantai.

Baca Juga: Mengenal Sosok Mohammad Hosen, 22 Tahun Mengabdi sebagai Pendidik di Pulau Mandangin, Saat Air Laut Surut, Harus Bawa Pakaian Ganti

"Kami sangat terbantu. Area pantai dan tambatan perahu sekarang terang. Listriknya juga bisa dipakai memperbaiki kapal, seperti untuk bor atau memotong kayu," ungkapnya.

Hasis menilai bahwa bantuan tersebut merupakan respon nyata terhadap kebutuhan langsung masyarakat. Tanpa penerangan, area pesisir seringkali rawan, terutama pada musim paceklik ketika aktivitas nelayan terjadi lebih malam dari biasanya.

Bantuan ini juga menjadi bagian dari komitmen SKK Migas–HCML untuk terus mendukung masyarakat Mandangin melalui program fisik maupun pemberdayaan. Sejak beberapa tahun terakhir, berbagai program PPM telah dijalankan, mulai dari pelatihan nelayan, bantuan alat tangkap, hingga fasilitas umum, yang semuanya berorientasi pada peningkatan kesejahteraan warga pesisir.

Dengan adanya penerangan baru ini, masyarakat berharap kualitas keamanan lingkungan meningkat dan potensi konflik sosial dapat ditekan. Selain itu, penerangan yang baik juga mendukung citra positif desa pesisir tersebut sebagai kawasan yang terus berkembang dan berbenah.

Baca Juga: SKK Migas Jabanusa Perkuat Keamanan dan Tata Kelola Handak untuk Operasi Hulu Migas 2025

Bagi masyarakat Mandangin, program seperti PJU bukan sekadar fasilitas fisik, tetapi juga bukti nyata perhatian industri migas terhadap kebutuhan masyarakat yang hidup berdampingan dengan wilayah operasi. Dukungan tersebut diharapkan terus berlanjut dan memberikan dampak positif yang berkelanjutan bagi kesejahteraan warga. (*/dry)

Editor : Hendriyanto
#HCML #Mandangin #pju #skk migas #nelayan