PAMEKASAN, RadarMadura.id - Andi Subahri selaku pengacara tersangka pengeroyokan mempersoalkan arah penyidikan kasus yang terjadi di depan Masjid Agung Asy-Syuhada Pamekasan.
Polisi dinilai belum menyentuh seluruh pihak yang terlibat dalam bentrokan maut tersebut.
Andi Subahri mengatakan, terduga pelaku pembunuhan tidak hanya dua orang yang selama ini ditetapkan, yakni P (inisial) dan AS (inisial).
Tapi, dalam peristiwa itu terdapat beberapa orang lain yang sama-sama melakukan pengeroyokan.
Semua yang terlibat harus ditangkap. Faktanya, justru sebagian besar yang ditangkap berasal dari pihak klien kami.
Sementara dari pihak lawan, baru dua orang yang diamankan, katanya kepada Jawa Pos Radar Madura (JPRM).
Padahal, lanjut dia, berdasar keterangan dalam berita acara pemeriksaan (BAP), jumlah pihak lawan yang terlibat disebut mencapai 12 hingga 15 orang.
Dengan komposisi itu, dia justru mempertanyakan logika penyidikan yang berjalan saat ini.
Andi Subahri menilai tidak masuk akal bila hanya dua orang dari pihak lawan yang bisa menyebabkan dua orang tewas dan melukai sejumlah lainnya.
Ini juga dijelaskan dalam BAP para tersangka, ungkap pengacara asal Sampang itu.
Andi menegaskan, pihaknya hanya meminta proses hukum berjalan secara adil dan terbuka.
Dia juga menyinggung adanya dugaan penggiringan opini publik seolah semua yang ditahan saat ini adalah pihak pelaku.
”Padahal, sebagian besar yang ditahan justru merupakan teman dari korban meninggal,” paparnya.
Sementara itu, Kasatreskrim Polres Pamekasan AKP Doni Setiawan belum bisa memberikan penjelasan panjang.
Saat dihubungi JPRM, mantan anggota Satintelkam Polres Bangkalan itu mengaku masih berada di luar kota.
Intinya, kami melakukan penyidikan sesuai dengan ketentuan yang berlaku di kepolisian.
Selebihnya, nanti akan kami sampaikan penjelasan lebih lanjut di kantor, tegas perwira pertama (Pama) Polri dengan pangkat tiga balok emas di pundaknya itu.
Sekadar diketahui, peristiwa berdarah itu terjadi pada Minggu (9/11) sekitar pukul 03.30.
Dua pemuda meregang nyawa. Beberapa orang lainnya mengalami luka-luka. Total 10 orang diamankan dalam bentrokan antarkelompok tersebut. (afg/yan)
Editor : Amin Basiri