Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Puluhan PMI Dideportasi, Disnaker Klaim Sudah Lakukan Edukasi dan Sosialisasi

Hera Marylia Damayanti • Rabu, 3 Desember 2025 | 16:25 WIB
BERMASALAH: Petugas usai serah terima PMI yang dideportasi di Kantor Disnaker Sampang, Selasa (25/11). (DISNAKER UNTUK JPRM)
BERMASALAH: Petugas usai serah terima PMI yang dideportasi di Kantor Disnaker Sampang, Selasa (25/11). (DISNAKER UNTUK JPRM)

SAMPANG, RadarMadura.id – Pekerja migran Indonesia (PMI) asal Kabupaten Sampang banyak yang dideportasi. Sepanjang 2025, terdapat 86 PMI yang dipulangkan karena berangkat secara ilegal.

Kabid Penempatan, Perluasan Tenaga Kerja dan Transmigrasi Disnaker Sampang Uriantoni Triwibowo menyampaikan, pemulangan PMI ilegal asal Kabupaten Sampang hampir terjadi setiap minggu. Pihaknya tetap memfasilitasi pemulangan PMI sebagai bentuk perlindungan terhadap warga negara.

”Rata-rata dalam satu minggu ada dua orang yang dipulangkan,” katanya Selasa (2/12).

Dia mencatat, jumlah PMI ilegal yang dideportasi mencapai 79 orang. Mereka dideportasi karena berangkat secara tidak prosedural. Selain itu, terdapat tujuh PMI yang dipulangkan karena meninggal.

”Total yang kami fasilitasi ada 86 PMI yang dipulangkan. Mayoritas dari Malaysia dan Arab Saudi,” ungkapnya.

Pria yang akrab disapa Tri itu menjelaskan, masyarakat Sampang memilih jalur ilegal karena dinilai lebih praktis. Selain itu, lebih mudah mendapatkan pekerjaan karena tidak melihat SDM. Menurutnya, PMI paling banyak berasal dari daerah pantura Sampang, seperti Kecamatan Ketapang, Sokobanah, dan Banyuates.

”Hampir setiap kecamatan ada PMI ilegal, tapi paling banyak berasal dari daerah pantura,” terangnya.

Dia mengaku sudah melakukan edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat untuk menekan kasus PMI ilegal tersebut. Namun, angka PMI yang memilih jalur tikus masih marak. ”Ada ribuan PMI dari seluruh Indonesia yang saat ini masih tertahan di luar negeri. Tidak menutup kemungkinan ada warga Sampang,” tukasnya.

Koordinator P4MI Pamekasan Wilayah Madura Rendra Infan Kurnianto menyampaikan, pemulangan PMI ilegal tertinggi di Madura berasal dari Kabupaten Sampang. Data P4MI, PMI ilegal asal sampang yang difasilitasi kepulangannya mencapai 109 orang. Perinciannya, 103 dideportasi, 2 sakit, dan 4 meninggal.

”Masyarakat di sana sudah turun-temurun melalui jalur ilegal dan minim pengetahuan. Tapi, kami tetap berupaya memberikan edukasi dan sosialisasi terkait pentingnya berangkat secara prosedural,” pungkasnya. (ay/bil)

Editor : Hera Marylia Damayanti
#dideportasi #pmi ilegal #kabupaten sampang #pmi #dipulangkan #disnaker #edukasi dan sosialisasi #pantura